Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL PONOROGO

Fenomena Hujan Es Gegerkan Warga Pangkal Ponorogo, Berawal dari Cuaca Ekstrem

Fenomena Hujan Es Gegerkan Warga Pangkal Ponorogo, Berawal dari Cuaca Ekstrem
istimewa

PONOROGO, KANALINDONESIA.COM:  Fenomena alam langka berupa hujan es melanda wilayah Dukuh/ Desa Pangkal, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, pada Selasa (3/3/2026) sore. Butiran es sebesar kelereng jatuh menimpa atap rumah warga setelah kawasan tersebut diterjang hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang.

Peristiwa ini bermula saat cuaca mendung pekat menyelimuti wilayah Sawoo sekitar pukul 15.00 WIB. Tak lama berselang, hujan deras mengguyur selama lima menit hingga akhirnya warga mulai mendengar suara gaduh yang tidak biasa dari arah atap rumah mereka.

Salah seorang warga setempat yang menyaksikan langsung kejadian tersebut mengungkapkan rasa terkejutnya saat melihat butiran es berserakan di halaman rumah.

“Awalnya hanya hujan deras biasa, tapi tiba-tiba terdengar suara keras seperti lemparan batu di genting. Begitu saya cek ke luar, ternyata banyak butiran es yang jatuh di tanah,” ujar saksi mata di lokasi kejadian.

Meskipun fenomena ini sempat memicu kepanikan, pihak terkait setempat melaporkan tidak ada kerusakan bangunan yang berarti maupun korban jiwa akibat kejadian ini. Namun, angin kencang yang menyertai hujan es tersebut sempat menyebabkan beberapa dahan pohon patah di sekitar pemukiman warga.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo mengimbau masyarakat untuk tetap waspada menghadapi cuaca ekstrem selama masa peralihan musim. Hujan es merupakan fenomena yang kerap terjadi akibat adanya awan kumulonimbus yang sangat tebal, sehingga tetesan air membeku sebelum mencapai permukaan bumi.

Warga diminta segera mencari perlindungan di dalam bangunan yang kokoh dan menghindari berteduh di bawah pohon atau papan reklame jika melihat tanda-tanda cuaca buruk serupa kembali terjadi di wilayah mereka.

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita