SIDOARJO, KANALINDONESIA.COM – Menjelang waktu berbuka puasa di bulan suci Ramadhan, suasana di kawasan Taman Pinang Indah, Sidoarjo, mendadak ramai. Warga yang melintas tampak berkerumun di tepi jalan, sebagian menghentikan kendaraan, sebagian lainnya berjalan mendekat. Penyebabnya sederhana: kehadiran Wakil Bupati Sidoarjo, Hj. Mimik Idayana, yang tengah membagikan takjil dan sembako. Kamis (05/03/2026).
Dalam hitungan menit saja, sekitar 400 paket takjil dan sembako yang dibagikan ludes diserbu masyarakat. Antusiasme warga begitu terasa. Mereka seolah sudah paham betul dengan tanda-tanda kedatangan orang nomor dua di Kabupaten Sidoarjo tersebut.
Salah satunya Mina (65), seorang nenek warga Sidoarjo yang mengaku sudah hafal dengan rombongan kendaraan Wakil Bupati itu setiap Ramadhan.
“Kalau mobil rombongan Bu Mimik jalannya pelan, seperti mencari tempat parkir, pasti ada sesuatu. Biasanya bagi takjil atau sembako. Saya sudah hafal,” ujarnya sambil tersenyum kepada wartawan.
Tak hanya warga sekitar yang memadati lokasi, para pengguna jalan pun turut merapat. Mulai dari sopir truk, pengemudi ojek online, tukang becak, hingga pengendara motor yang kebetulan melintas ikut merasakan berkah Ramadhan tersebut.
Di tengah kerumunan warga, Mimik Idayana tampak menyapa satu per satu masyarakat yang menerima paket takjil dan sembako. Ia mengatakan, kegiatan berbagi seperti ini bukanlah hal baru bagi dirinya dan keluarga.
Menurutnya, tradisi berbagi sudah dilakukan jauh sebelum dirinya menjabat sebagai Wakil Bupati Sidoarjo.
“Momentum berbagi takjil dan sembako ini sudah menjadi agenda rutin keluarga kami setiap bulan Ramadhan. Bahkan di luar Ramadhan pun, setiap hari Jumat kami juga mengadakan kegiatan Jumat berkah dengan membagikan nasi bungkus kepada pengguna jalan,” jelasnya.
Mimik juga menegaskan bahwa kegiatan sosial tersebut dilakukan menggunakan dana pribadi, bukan dari anggaran pemerintah daerah.
“Semua ini menggunakan uang pribadi, bukan dari APBD,” tegasnya di lokasi pembagian takjil.
Bagi masyarakat yang menerima, kegiatan sederhana di pinggir jalan itu bukan sekadar pembagian makanan berbuka. Kehadiran pemimpin daerah yang turun langsung menyapa warga memberi kesan tersendiri, menghadirkan kehangatan Ramadhan di tengah kesibukan menjelang waktu Maghrib.
Sore itu, sebelum adzan berkumandang, ratusan paket telah berpindah tangan. Namun yang tersisa bukan hanya kantong-kantong takjil yang kosong, melainkan juga senyum dan rasa kebersamaan yang terasa di antara warga Sidoarjo. (*)
Editor: Irwan

