BANDUNG, KANALINDONESIA.COM : Suasana hangat dan penuh apresiasi mewarnai acara perpisahan Kapolrestabes Bandung Kombes Pol dr. Budi Sartono yang kini mendapat promosi jabatan sebagai Direktur Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) pada bidang pemberantasan di Badan Narkotika Nasional (BNN) RI.
Acara pisah sambut tersebut digelar di The Grand Lodakarta, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung, Kamis (5/3/2026). Kegiatan dihadiri sejumlah pejabat penting di Kota Bandung, di antaranya Muhammad Farhan, Asep Mulyadi, jajaran Kodim 0618/BS Kota Bandung, Lanud Husein Sastranegara, serta seluruh jajaran Polrestabes Bandung.
Tiga Tahun Mengabdi di Kota Bandung
Dalam sambutannya, Kombes Budi Sartono menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukungnya selama menjabat di Kota Bandung sejak 4 April 2023.
“Terima kasih atas kebersamaan dan dukungan semua pihak. Saya menyadari selama menjalankan tugas tentu tidak lepas dari kekurangan, untuk itu saya memohon maaf apabila ada hal-hal yang kurang berkenan,” ujarnya.
Ia juga mengaku selama bertugas banyak mendapat dukungan dari berbagai tokoh dan elemen masyarakat sehingga tugas menjaga keamanan dan ketertiban di Kota Bandung dapat dijalankan dengan baik.
Bandung Kota Strategis Nasional
Sementara itu, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan dalam sambutannya menegaskan bahwa Kota Bandung memiliki posisi strategis, tidak hanya di Jawa Barat tetapi juga di tingkat nasional.
Menurutnya, menjaga stabilitas dan membangun kota tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi luas antara pemerintah, aparat keamanan, serta masyarakat.
“Bandung adalah kota dengan sorotan yang sangat besar. Karena itu tanggung jawab menjaga dan membangunnya tidak bisa dipikul oleh segelintir orang saja. Dibutuhkan dukungan dan partisipasi luas dari masyarakat,” kata Farhan.
DPRD Apresiasi Sinergi Tiga Tahun
Ketua DPRD Kota Bandung Asep Mulyadi juga memberikan apresiasi atas kepemimpinan Kombes Budi selama tiga tahun terakhir.
Menurutnya, Kota Bandung memiliki dinamika sosial yang tinggi sehingga pimpinan kepolisian harus mampu beradaptasi dengan cepat dan membangun kolaborasi dengan berbagai pihak.
“Selama ini alhamdulillah dengan Pak Budi kita relatif bisa berkolaborasi, bersatu, dan bersinergi. Itu terlihat dari bagaimana selama tiga tahun ini berbagai gejolak yang ada bisa kita lalui bersama,” ujarnya.
Ia menambahkan salah satu momentum yang cukup menantang terjadi pada Agustus tahun lalu, namun berkat kerja sama antara pemerintah, kepolisian, dan masyarakat, situasi di Kota Bandung tetap dapat dikendalikan dengan baik.
Dengan promosi jabatan tersebut, diharapkan pengalaman yang diperoleh Kombes Budi selama bertugas di Kota Bandung dapat memberikan kontribusi lebih besar dalam upaya pemberantasan narkotika dan tindak pidana pencucian uang di tingkat nasional. (Fey)

