Ia memastikan pengaturan disesuaikan kelas kendaraan agar tidak terjadi konflik arus di jalur alternatif yang lebih sempit.
Tutug menegaskan pembangunan jembatan baru akan memakan waktu delapan bulan. “Ini bukan perbaikan kecil. Ini penggantian total. Harus kuat, harus aman,” jelasnya.
UPT juga terus berkoordinasi dengan kepolisian dan pemkab untuk mengurai kemacetan.
“Masa darurat tetap harus berjalan. Yang penting konektivitas tidak lumpuh,” ujar Tutug.
Ia memastikan seluruh keputusan diambil berdasarkan kajian teknis.
“Kami lihat semua aspek. Geologi, arus sungai, keamanan struktur. Karena itu kami tutup total. Tidak ada pilihan lain,” tandasnya. Nang

