LEBAK, KANALINDONESIA.COM: Sebanyak 32 rumah di Kampung Cinangga, Desa Bayah Timur, Kabupaten Lebak, mengalami kerusakan serius akibat fenomena pergeseran tanah yang terus meluas. Kondisi bangunan yang retak-retak dan nyaris roboh membuat warga setempat mendesak pemerintah untuk segera melakukan relokasi ke tempat yang lebih aman.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Banten, Lutfi Mujahidin, meninjau langsung lokasi bencana dan mengonfirmasi bahwa permukiman tersebut berada di zona kuning atau area dengan tingkat kerawanan sedang. Meski demikian, curah hujan yang tinggi dalam beberapa waktu terakhir memicu percepatan retakan tanah sehingga membahayakan keselamatan jiwa.
“Pemerintah daerah tengah mengkaji langkah-langkah strategis, termasuk opsi relokasi, agar warga tidak lagi dihantui kecemasan setiap kali hujan turun,” ujar Lutfi saat memeriksa kondisi rumah warga di lokasi, Jumat (6/3/2026).
Kepala Desa Bayah Timur, Rafik Rahmat Taufik, menambahkan bahwa setidaknya tujuh rumah kini sudah kosong karena pemiliknya memilih mengungsi ke tempat saudara. Kerusakan bangunan bervariasi dari keretakan pada dinding hingga amblasnya pondasi yang membuat rumah tidak lagi layak huni.
Hingga saat ini, pihak desa telah menyiapkan lahan untuk relokasi, namun mereka masih terkendala keterbatasan anggaran untuk pembangunan fisik rumah tinggal. Warga berharap Pemerintah Kabupaten Lebak maupun Pemerintah Provinsi Banten segera memberikan bantuan konkret sebelum terjadi kerusakan yang lebih fatal.
Saat ini, BPBD terus melakukan pemantauan rutin dan mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama terhadap munculnya rekahan tanah baru setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

