BANDUNG, KANALINDONESIA.COM : Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Dr. Rudi Setiawan memimpin Rapat Koordinasi Lintas Sektoral (Rakor Linsek) dalam rangka kesiapan pengamanan arus mudik dan arus balik Lebaran melalui Operasi Ketupat Lodaya 2026, Selasa (10/3/2026). Rapat tersebut digelar untuk memastikan seluruh unsur terkait siap menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat selama musim mudik Lebaran.
Dalam arahannya, Kapolda menegaskan pentingnya sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, serta berbagai instansi pendukung lainnya agar pelaksanaan pengamanan dapat berjalan optimal. Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci dalam menciptakan situasi mudik yang aman, tertib, dan lancar bagi masyarakat.
Sebanyak 26.692 personel gabungan akan dikerahkan dalam operasi tersebut. Personel terdiri dari unsur Polri, TNI, serta instansi terkait yang akan disebar di berbagai titik strategis di wilayah Jawa Barat.
Untuk menunjang pelayanan kepada masyarakat, Polda Jawa Barat juga menyiapkan 332 pos pengamanan, yang terdiri dari 227 Pos Pengamanan (Pos Pam), 79 Pos Pelayanan (Pos Yan), dan 26 Pos Terpadu. Pos-pos ini akan ditempatkan di sejumlah lokasi vital seperti jalur tol, jalur arteri, terminal, stasiun, tempat ibadah, hingga objek wisata yang diprediksi mengalami peningkatan aktivitas selama libur Lebaran.
Selain pengamanan, strategi rekayasa lalu lintas juga telah disiapkan guna mengantisipasi kepadatan kendaraan. Beberapa skema yang akan diterapkan di antaranya one way, contra flow, serta pengaturan kapasitas dan aktivitas di rest area pada jalur utama mudik.
Operasi Ketupat Lodaya 2026 dijadwalkan berlangsung pada 13 hingga 25 Maret 2026. Berdasarkan prediksi, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 13 dan 17 Maret 2026, sementara puncak arus balik diprediksi berlangsung pada 24 dan 28 Maret 2026.
Melalui operasi ini, Polda Jawa Barat berharap pelaksanaan mudik Lebaran tahun 2026 dapat berlangsung aman, lancar, serta memberikan rasa nyaman bagi masyarakat yang melakukan perjalanan ke kampung halaman. (Fey)

