Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL TUBAN

Jelang Lebaran, Warga Mulai Berburu Pangkas Rambut di Tuban

Jelang Lebaran, Warga Mulai Berburu Pangkas Rambut di Tuban

TUBAN, KANALINDONESIA.COM: Sepekan menjelang Idulfitri 1447 Hijriah, aktivitas di sejumlah pangkas rambut di Kabupaten Tuban meningkat karena tingginya permintaan. Lonjakan pelanggan terjadi hampir sepanjang hari, dengan puncak keramaian pada sore hingga malam.

Kondisi ini juga karena kebiasaan masyarakat yang mulai mempersiapkan diri menyambut Hari Raya. Selain membersihkan rumah dan menyiapkan kebutuhan Lebaran, merapikan penampilan juga menjadi rutinitas tahunan bagi masyarakat. Potong rambut pun menjadi salah satu yang paling banyak dilakukan.

Di sejumlah titik, antrean pelanggan terlihat terus berjalan. Kursi pangkas jarang kosong, bahkan beberapa tempat mulai membatasi layanan atau menerapkan sistem antrean untuk mengatur jumlah pelanggan dari segala usia, baik anak-anak hingga dewasa.

Salah satu yang merasakan lonjakan tersebut adalah Maut Barbershop di Jalan Basuki Rahmat, Tuban. Dalam beberapa hari terakhir Ramadan, jumlah pelanggan meningkat tajam dibanding hari biasa.

Wahyu Kurniawan, salah satu barber di lokasi itu, mengatakan peningkatan mulai terasa sejak memasuki minggu terakhir Ramadan. Jumlah pelanggan yang datang terus bertambah setiap hari.

“Lumayan membeludak, minggu terakhir lebih ramai daripada awal Ramadan,” ujarnya saat ditemui di sela melayani pelanggan.

Ia menjelaskan, pada hari biasa dirinya melayani sekitar 10 hingga 15 orang per hari. Namun dalam kondisi saat ini, jumlah tersebut meningkat hingga lebih dari dua kali lipat.

“Paling banyak bisa 30 orang, bahkan lebih dalam sehari,” tambah pria yang kerap disapa wahyu tersebut.

Dengan jumlah pelanggan yang terus berdatangan, waktu kerja pun semakin padat. Aktivitas pangkas rambut berlangsung hingga malam hari untuk mengakomodasi antrean.

Selain itu, terjadi penyesuaian tarif selama periode ramai. Harga potong rambut yang sebelumnya Rp15 ribu naik menjadi Rp20 ribu. Kenaikan ini bersifat sementara dan mengikuti tingginya permintaan serta jam kerja yang lebih padat.

Di sisi lain, pelanggan mulai menyesuaikan diri dengan kondisi tersebut. Sebagian memilih datang lebih awal, sementara lainnya melakukan reservasi agar tidak perlu menunggu terlalu lama.

Aufa, salah satu pelanggan, mengaku sengaja menyempatkan diri potong rambut menjelang Lebaran meski biasanya tidak rutin dilakukan setiap bulan.

Menurutnya, momen Hari Raya menjadi alasan untuk tampil lebih rapi dibanding hari biasa.

“Biar rapi pas hari raya. Saya lihat hampir semua barber penuh, jadi harus janjian dulu,“ katanya.

Menurutnya, lonjakan pelanggan menjelang Lebaran sudah menjadi hal yang bisa diperkirakan setiap tahun, sehingga perlu strategi agar tidak kehabisan antrean.

“Emang jelang lebaran ini kita harus war potong rambut, mumpung ga terlalu rame juga,” pungkasnya.

Fenomena serupa tidak hanya terjadi di satu tempat. Sejumlah pangkas rambut lain di Tuban juga mengalami kondisi yang sama. Antrean pelanggan terlihat terus berjalan tanpa jeda panjang, menandai tingginya minat masyarakat untuk merapikan penampilan.

Bagi para barber, periode ini menjadi salah satu momen tersibuk dalam setahun. Sementara bagi masyarakat, potong rambut menjelang Lebaran bukan sekadar rutinitas, tetapi bagian dari persiapan menyambut Hari Raya dengan kondisi yang lebih siap dan percaya diri. (Najib)

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita