Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL PONOROGO

Festival Balon Udara Ponorogo: Solusi Cerdas Lestarikan Tradisi Tanpa Bahayakan Penerbangan

Festival Balon Udara Ponorogo: Solusi Cerdas Lestarikan Tradisi Tanpa Bahayakan Penerbangan

PONOROGO, KANALINDONESIA.COM: Pemerintah Kabupaten(Pemkab) Ponorogo bersama komunitas pecinta balon udara sukses menyelenggarakan festival yang digelar di kawasan Sirkuit Jurang Gandul, Kelurahan Kadipaten, Kecamatan Babadan, Minggu pagi (29/3/2026).

Festival ini diselenggarakan sebagai langkah mitigasi bahaya balon tanpa awak yang biasa diterbangkan liar saat hari raya idul fitri.

Ribuan warga memadati lokasi untuk menyaksikan puluhan balon warna-warni yang kini diterbangkan dengan teknik tambat, memastikan tradisi tetap terjaga tanpa mengancam keselamatan ruang udara nasional.

Pihak penyelenggara mewajibkan seluruh peserta mengikat balon mereka dengan tali sepanjang maksimal 150 meter. Langkah ini merupakan respons tegas terhadap larangan penerbangan balon udara secara liar yang dapat mengganggu mesin pesawat atau jatuh di area instalasi listrik.

Festival ini adalah jalan tengah untuk mengakomodasi kreativitas warga sekaligus menaati hukum, sehingga tidak mematikan kreativitas dan tradisi masyarakat, namun keselamatan nyawa banyak orang di udara adalah prioritas yang tidak bisa ditawar.

Dengan cara ditambat seperti ini, keindahannya tetap dapat dinikmati secara kolektif tanpa menimbulkan rasa was-was bagi dunia penerbangan.

Senada dengan pemerintah daerah, perwakilan dari otoritas bandara memberikan apresiasi terhadap pola pendekatan persuasif melalui festival ini. Pengawasan ketat di lapangan memastikan tidak ada balon yang terlepas ke jalur penerbangan komersial.

Namun dari sekitar 44 balon yang berasal dari perwakilan desa tersebut, tidak semuanya bisa terbang dengan sempurna dikarenakan kencangnya tiupan angin.

“Agak terganggu dengan tiupan angin yang kencang, sehingga banyak balon yang tidak bisa terbang dengan sempurna,” ucap Mashuri, salah satu warga yang ikut menonton di lokasi.

Pun demikian, dengan adanya puluhan balon yang menjadi peserta ini mampu mengobati kerinduan masyarakat Ponorogo dalam menjaga tradisi penerbangan balon disaat datang Hari Raya Idul Fitri. Balon dengan berbagai ukuran yang cukup besar dan hiasan dan bentuk yang sangat bervariasi sangatlah menarik dan menghibur masyarakat yang hadir.

Selain menjadi sarana edukasi hukum, festival ini menjadi magnet wisata yang menggerakkan ekonomi lokal. Ribuan pengunjung dari dalam dan luar kota memadati area, memberikan keuntungan langsung bagi para pedagang kecil di sekitar lokasi.

Masyarakat kini mulai beralih dari kebiasaan menerbangkan balon secara sembunyi-sembunyi menjadi partisipasi terbuka dalam kompetisi yang terorganisasi. Festival ini diharapkan menjadi standar baru dalam merayakan kearifan lokal secara bertanggung jawab di masa depan.(Tim)

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita