BANGKALAN,KANALINDONESIA.COM: Melihat sikap Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangkalan dalam menghadapi limbah sampah yang membeludak akibat kurangnya kesadaran masyarakat membuang sampah sembarangan. DLH begitu tanggap dan langsung aksi. Apalagi setelah dibentuk tim Unit Bersih Cepat (UBC), sangat berpengaruh karena kerja pasukan kuning semakin gercep.
Lantas, apakah cukup sampai disitu saja limbah sampah yang semakin hari semakin tidak terkendali tersebut bisa ditangani? Belum kawan, ucap seorang pensiunan DLH Bangkalan yang emoh namanya ditulis saat diajak bincang – bincang santai bersama awak media KI.COM.
Jika ingin perang total menghadapi sampah yang membuat mata kelilipen termasuk kinerja Kepala Plt DLH Bangkalan benar – benar kelihatan dan bukan sebatas etok – etok. Jangan tanggung – tanggung karena Bangkalan masih membutuhkan puluhan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang ditempatkan di berbagai sudut kota. Itu sebagai salah satu solusi agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan.
“Bangkalan butuh puluhan TPS untuk ditempatkan diberbagai sudut kota. Sebagai salah satu solusi mengatasi dan mengurangi masyarakat buang sampah sembarangan,” usulnya, Senin, ((30/3/2026).
Mari kita bicara jujur- jujuran, lanjut mantan pensiunan DLH ini. Sekarang ini, dikota Bangkalan tercinta cuma menyisakan satu TPS yakni disebelah selatan masjid Junok Jalan Halim Perdana Kusuma. Itupun kondisinya sudah rusak (tinggal separuh), sedangkan dijalan lainya sudah tidak ada TPS. Makanya, kita jangan selalu menyalahkan masyarakat. Mereka bingung dan merasa tersumbat karena tidak ada fasilitas umum (fasum) berupa TPS.
Contohnya, di sepanjang jalan kembar Kinibalu, akibat tidak tersedia TPS, masyarakat seenaknya membuang sampah ditepi jalan. Bahkan yang lebih ironi, masyarakat ambil jalan pintas dengan membuang sampah ke sungai dekat jalan Kinibalu tersebut.
“Makanya kalau bisa secepatnya dibuatkan fasum berupa TPS,” ucapnya.
Sementara itu, Plt. Kepala DLH Bangkalan saat dikonfirmasi melalui Kabid. Pengelolaan Sampah dan Limbah (PSL), Kuspriyanto Suparman. Menerima dengan baik usulan terkait pembuatan fasum TPS tersebut. Cuma, untuk tahun 2026 ini belum dianggarkan. Mungkin pembuatan TPS ini ditampung pada usulan PAK atau diajukan dalam anggaran 2027.
Lebih lanjut Kuspriyanto Suparman menyampaikan bahwa untuk tahun 2026 ini, DLH Bangkalan fokus membuat Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse dan Recycle (TPS3R) dibeberapa kecamatan. Untuk diketahui, TPS3R adalah sistim pengolahan sampah skala komunal. Atau kawasan yang mengedepankan peran aktif masyarakat untuk mengurangi volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), seperti dibelakang Stadion Gelora Bangkalan.
“Nanti akan saya sampaikan usul pembuatan TPS tersebut ke pimpinan,” pungkasnya.

