Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL PONOROGO

Seorang Petani di Jetis Ponorogo Meninggal Dunia Saat Menyemprot Sawah, Diduga Serangan Jantung

Seorang Petani di Jetis Ponorogo Meninggal Dunia Saat Menyemprot Sawah, Diduga Serangan Jantung

PONOROGO, KANALINDONESIA.COM; Seorang petani bernama Jemanu (65) meninggal dunia secara mendadak saat sedang bekerja di area persawahan Desa Karanggebang, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo, pada Senin (30/03/2026) siang. Korban diduga kuat mengembuskan napas terakhir akibat serangan jantung saat sedang menyemprot tanaman padi miliknya.

Berdasarkan keterangan di lapangan, korban berangkat ke sawah sejak pukul 05.00 WIB, kemudian disusul oleh istrinya, Muntiani (59), dan anaknya, Andik Firsanto (36), satu jam kemudian untuk bekerja bersama.

Saat sedang melakukan aktivitas menyemprot, saksi melihat korban tiba-tiba terjatuh dan tidak kunjung bangun. Ketika dihampiri oleh anak dan istrinya, korban sudah dalam kondisi tidak bergerak dan dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Kapolsek Jetis, AKP Suprapto, membenarkan kejadian tersebut setelah pihaknya menerima laporan dari perangkat desa setempat.

Petugas kepolisian bersama tim medis dari Puskesmas Jetis segera meluncur ke lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan pemeriksaan luar.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan luar oleh tim medis Puskesmas Jetis, kami tidak menemukan adanya tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban. Korban diduga kuat meninggal dunia akibat serangan jantung,” ujar AKP Suprapto.

Lebih lanjut, AKP Suprapto menjelaskan bahwa pihak keluarga mengonfirmasi korban memiliki riwayat penyakit jantung.

Data medis menunjukkan bahwa pada November 2025, korban sempat menjalani rawat inap di RS Yasfin Gontor dengan diagnosa serupa.

Setelah pemeriksaan selesai, pihak kepolisian langsung menyerahkan jenazah kepada keluarga di rumah duka yang terletak di Dukuh Karang Asri, Desa Karanggebang.

“Pihak keluarga menyatakan telah menerima kejadian ini sebagai musibah. Mereka juga telah menandatangani surat pernyataan keberatan untuk dilakukan autopsi, sehingga jenazah langsung kami serahkan untuk proses pemakaman,” tambah Kapolsek.

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita