PONOROGO, KANALINDONESIA.COM: Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Ponorogo bergerak cepat menangani masalah lingkungan di Desa Mrican. Melalui Bidang Pengelolaan Sampah dan Pertamanan, puluhan petugas terjun langsung membersihkan longsoran sampah yang menyumbat aliran sungai di depan Balai Desa Mrican pada Jumat (10/04/2026).
DLH mengerahkan sedikitnya 30 personel untuk mengangkat tumpukan sampah dari dasar sungai. Langkah ini diambil sebagai tindak lanjut atas keluhan masyarakat yang terdampak langsung oleh sumbatan tersebut. Dalam aksi ini, petugas berhasil mengumpulkan sampah dengan volume mencapai satu truk dump.
Kepala UPT TPA Mrican, Abri Susilo, memimpin langsung operasi pembersihan yang dimulai sejak pukul 07.00 WIB. Ia menargetkan seluruh material sampah yang menyumbat sungai di samping Balai Desa Mrican tersebut dapat terangkat sepenuhnya dalam hari yang sama.
Berdasarkan hasil evakuasi, Abri mengungkapkan fakta yang cukup memprihatinkan terkait komposisi limbah tersebut.
“Sekitar 80% material sampahnya adalah plastik. Kondisi ini menunjukkan bahwa mindset masyarakat mengenai pengelolaan sampah, terutama dalam hal memilah sampah dari rumah, masih sangat rendah,” ujar Abri Susilo di sela-sela kegiatan.
Penyumbatan ini menjadi bukti nyata bahwa limbah anorganik yang tidak terkelola dengan baik dapat menimbulkan masalah serius bagi ekosistem sungai dan warga di wilayah hilir.
Melalui aksi bersih-bersih ini, pihak DLH berharap warga lebih peduli terhadap dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh perilaku membuang sampah sembarangan.
Abri menekankan pentingnya menyelesaikan masalah sampah mulai dari tingkat rumah tangga agar tidak membebani daerah lain atau merusak fasilitas umum.
“Saya berharap masyarakat meningkatkan kesadarannya untuk memilah sampah. Ternyata, sampah plastik yang dibuang sembarangan menimbulkan masalah baru bagi orang lain di daerah lain,” pungkasnya.

