Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL SIDOARJO

Kemendikdasmen RI Resmikan Revitalisasi 29 Satuan Pendidikan di Sidoarjo, Wabup Mimik Minta Tambahan Kuota, Sudah di Setujui

Kemendikdasmen RI Resmikan Revitalisasi 29 Satuan Pendidikan di Sidoarjo, Wabup Mimik Minta Tambahan Kuota, Sudah di Setujui

SIDOARJO, KANALINDONESIA.COM : Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Kemendikdasmen RI) meresmikan hasil program revitalisasi satuan pendidikan di Kabupaten Sidoarjo yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Peresmian dilakukan langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu’ti, dalam acara yang digelar di Aula SMP Negeri 4 Sidoarjo, Desa Suko, Kecamatan Sidoarjo, Jawa Timur.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian pemerintah pusat terhadap peningkatan kualitas pendidikan di daerahnya.

“Program revitalisasi ini merupakan langkah nyata dalam meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan di Kabupaten Sidoarjo,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pada tahun 2025, Kabupaten Sidoarjo menerima bantuan revitalisasi untuk 29 satuan pendidikan yang terdiri dari 2 taman kanak-kanak (TK), 24 sekolah dasar (SD), dan 3 sekolah menengah pertama (SMP), dengan total anggaran mencapai Rp20,3 miliar.

Mimik berharap, dukungan dari pemerintah pusat dapat terus berlanjut pada tahun 2026 agar semakin banyak sekolah yang mendapatkan manfaat program serupa.

Selain dari APBN, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo juga mengalokasikan anggaran melalui APBD untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan. Di antaranya pembangunan SMP Negeri 2 Tulangan dan SMP Negeri 2 Prambon dengan total anggaran sekitar Rp7,1 miliar, serta berbagai program rehabilitasi sekolah lainnya.

“Kami berkomitmen memastikan pelaksanaan program ini berjalan secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran, sehingga mampu mencetak generasi Sidoarjo yang unggul dan siap menghadapi tantangan masa depan,” tambahnya.

Sementara itu, Menteri Abdul Mu’ti menekankan pentingnya perawatan terhadap fasilitas yang telah dibangun agar dapat dimanfaatkan secara optimal.

“Kami berharap gedung yang sudah dibangun ini dirawat dengan baik dan digunakan secara maksimal untuk mencetak peserta didik yang berkualitas,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa program revitalisasi satuan pendidikan merupakan salah satu prioritas nasional. Secara nasional, Kemendikdasmen telah merevitalisasi sebanyak 16.167 satuan pendidikan.

Untuk Kabupaten Sidoarjo sendiri, total terdapat 45 satuan pendidikan yang mendapatkan bantuan dengan nilai mencapai sekitar Rp45 miliar, mencakup jenjang PAUD, SD, hingga SMP.

Selain revitalisasi, Kemendikdasmen juga menjalankan program digitalisasi pendidikan. Secara nasional, lebih dari 68 ribu perangkat pendukung internet telah didistribusikan, sementara di Sidoarjo mencapai 1.577 satuan pendidikan.

“Kami berharap seluruh sarana yang telah diberikan dapat dimanfaatkan dan dirawat dengan baik guna mendukung kualitas pembelajaran di Sidoarjo,” ujarnya.

Lebih lanjut, Abdul Mu’ti menyebut bahwa pada tahun 2026 pemerintah menargetkan tambahan revitalisasi untuk puluhan ribu satuan pendidikan di seluruh Indonesia sebagai bagian dari komitmen Presiden dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua.

Tak hanya itu, peningkatan kualitas guru juga menjadi fokus pemerintah. Pada tahun 2025, Kemendikdasmen memberikan beasiswa kepada 12.500 guru untuk melanjutkan pendidikan S1 melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).

Program tersebut ditargetkan dapat meluluskan angkatan pertama pada pertengahan 2026, sekaligus membuka peluang bagi guru untuk mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) dan memperoleh sertifikasi.(*)

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita