Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL JATIM

Sri Wahyuni Ingatkan Sebaran TBC yang Masih Berpotensi muncul di Jatim : Kondisi darurat !

Sri Wahyuni Ingatkan Sebaran TBC yang Masih Berpotensi muncul di Jatim : Kondisi darurat !

SURABAYA KANALINDONESIA.COM – Jumlah penderita Tuberkulosis (TBC) di Indonesia kembali menguat. Masyarakat diminta waspada dengan penyebaran TBC yang menurut data Kementerian Kesehatan RI mencatat jumlah kasus TBC telah menembus angka 1,09 juta kasus secara nasional.

Meski sudah dilakukan upaya dan disebut 60 persen atau sekitar 867 ribu orang sudah ditangani menurut Wakil Menteri Kesehatan, Benjamin Paulus Octavianus, namun masih terdapat sekitar 300 ribu kasus yang belum teridentifikasi atau tersembunyi di tengah masyarakat.

Meski hanya 300 ribu kondisi ini dinilai tidak bisa diabaikan. Ini dikatakan Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Sri Wahyuni yang cukup serius menilhat angka-angka kasus TBC ini. Politisi Demokrat ini menilai
lonjakan kasus TBC yang disertai tingginya angka kasus tidak terdeteksi merupakan situasi darurat kesehatan yang tidak bisa dianggap biasa.

“Peningkatan kasus Tuberkulosis yang telah menembus lebih dari satu juta kasus, dengan ratusan ribu di antaranya belum terdeteksi, adalah kondisi darurat yang harus segera ditangani secara serius,” nasional, Rabu (14/4/2026).

Sebagai salah satu provinsi dengan jumlah penduduk besar, Kata Bunda Yuni (sapaan Sri Wahyuni), Jatim memiliki risiko tinggi terhadap penyebaran penyakit menular tersebut. Karena itu, diperlukan langkah yang lebih agresif, terstruktur, dan terintegrasi, khususnya dalam menemukan kasus-kasus tersembunyi.

Sebagai salah Satu Pimpinan di DPRD Jatim, Bunda Yuni mendorong Pemerintah Provinsi untuk memperkuat sinergi lintas sektor, mulai dari dinas kesehatan, pemerintah kabupaten/kota, hingga keterlibatan aktif masyarakat. Upaya skrining massal dinilai perlu diperluas hingga ke tingkat desa dan kelurahan.

“Edukasi kepada masyarakat juga harus digencarkan, terutama terkait pencegahan dan pentingnya pengobatan hingga tuntas,” ujarnya.

Lebih lanjut, Politisi wanita asli Bojonegoro ini menekankan bahwa penanganan TBC tidak cukup hanya dari sisi medis. Perbaikan kualitas lingkungan, penyediaan hunian layak, serta penguatan kondisi sosial ekonomi masyarakat juga menjadi bagian penting dalam upaya penanggulangan secara menyeluruh.

DPRD Jawa Timur, lanjutnya, berkomitmen untuk mendukung penguatan anggaran, regulasi, serta pengawasan terhadap program penanggulangan TBC agar berjalan efektif dan tepat sasaran.

“Keselamatan dan kesehatan masyarakat adalah prioritas utama. Kami juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu melakukan pemeriksaan dini demi memutus rantai penularan,” pungkasnya. Nang

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita