BANGKALAN, KANALINDONESIA.COM: Belum begitu lama gedung baru Perpustakaan Umum Kabupaten Bangkalan yang dibangun diatas bekas lapangan sepak bola Kelurahan Bancaran Kecamatan – Kabupaten Bangkalan – Jatim, selesai dibangun. Hingga kini belum juga diresmikan oleh Bupati Bangkalan, Lukman Hakim.
Sedangkan proyek pembangunan gedung baru tersebut dikabarkan menggunakan anggaran APBD dan Dana Anggaran Khusus (DAK) secara keseluruhan berjumlah Rp.10,7 milyar. Kemudian sempat diperiksa oleh tim dari BPK terkait kwalitas bangunan dan transparansi penggunaan anggaran. Tetapi hingga kini belum juga ada laporan hasilnya yang jelas.
Untuk diketahui, pada tahun 2026 ini Gedung Perpustakaan Umum Bangkalan ini bakal kembali mendapat gelontoran bantuan dana sebesar Rp. 1 milyar. Informasi itu dibenarkan oleh Kepala Perpustakaan dan Arsip Bangkalan, Ainur Gufron saat dikonfirmasi awak media KI.COM
ketika Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bangkalan menanam 75 bibit pohon blimbing dan nangka di seputar lahan gedung baru Perpustakaan Umum agar ada ruang terbuka hijau, Selasa, 14 April 2026 yang lalu.
“Bantuanya belum cair mas, masih dalam proses. Semoga dananya cepat turun agar bisa digunakan membuat pagar keliling gedung baru ini, ” ucap Ainur Gufron
Sementara itu, dari hasil bincang – bincang dengan salah satu pemerhati pembangunan di Bangkalan yang tidak mau namanya ditulis. Merasa risih dan ragu akan kwalitas bangunan gedung baru tersebut. Sebab saat secara diam – diam dan pura – pura dia mengunjungi gedung Perpustakaan Umum yang baru itu. Disana sini masih ditemui terjadi keretakan. Menurut pendapatnya, dengan dana yang cukup gemoy alias tambum sebesar Rp. 10 milyar lebih itu. Seharusnya masih bisa digunakan membeli tanah urukan untuk menimbun disebelah selatan gedung tersebut dan kebutuhan kelengkapan kantor lainya.
“Bantuan pembuatan pagar sebesar Rp. 1 milyar tahun ini, perlu dikawal penggunaanya. Biar tidak banyak yang bocor, “pungkasnya.

