TUBAN, KANALINDONESIA.COM: Sejumlah akses masuk Klenteng Kwan Sing Bio digembok saat kunjungan kerja Komisi II DPRD Tuban untuk memantau persiapan kirab kimsin, Jumat (24/4/2026) sekitar pukul 14.30 WIB. Kondisi itu memicu reaksi umat yang merasa aksesnya ditutup hingga akhirnya menerobos masuk.
Kunjungan tersebut dipimpin Ketua Komisi II DPRD Tuban, Fahmi Fikroni. Saat tiba di lokasi, rombongan tidak dapat langsung masuk karena beberapa akses ke area dalam klenteng, seperti gerbang tengah diganjal kayu dan dikunci. Akses menuju altar dari sisi samping juga terlihat digembok dengan rantai.
“Kami hadir di sini menjalankan perintah Ketua DPRD untuk menindaklanjuti rencana kirab. Sangat disayangkan, saat kami melakukan peninjauan, pintu-pintu justru digembok pihak pengelola,” ucapnya
Ia menilai, umat memiliki hak untuk menggunakan tempat ibadah. DPRD, kata dia, berupaya agar persoalan ini tidak meluas.
Menanggapi situasi tersebut, pihaknya mendesak dan meminta agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban segera bergerak sebagai penengah antara pihak-pihak yang berseteru.
“Harus segera ada langkah tegas. agar polemik ini tuntas dan tidak mencoreng citra pariwisata serta kerukunan di Tuban,” tambahnya
Sementara itu, Ketua Umum TITD Kwan Sing Bio, Go Tjong Ping, mengatakan awalnya pihaknya hendak menggelar gladi bersih kirab kimsin, bersamaan dengan kunjungan kerja dari DPRD.
“Yang gembok ini siapa saya tidak tahu. Ini mau gladi bersih tau tau digembok semua, jadi banyak yang kecewa,” ucapnya
Setelah penggembokan tersebut, sejumlah umat membuka kunci menggunakan gunting besi. Umat menilai klenteng merupakan tempat ibadah bersama dan menolak adanya penutupan akses.
Meski begitu, Go Tjong Ping mengaku tidak mengetahui dan tidak memberikan tanggapan terkait aksi umat yang menerobos serta membuka gembok, termasuk tindakan setelahnya.
“Waduh, soal buka ini saya tidak tau, karena sejak dua hari lalu saya berhenti sebagai ketua panitia, karena kesehatan saya,” tandasnya. (Najib)

