Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL JATIM

Jelang Idul Adha DPRD Jatim Minta Perketat Pengawasan PMK Hewan Qurban

Jelang Idul Adha DPRD Jatim Minta Perketat Pengawasan PMK Hewan Qurban

SURABAYA KANALINDONESIA COM – Menjelang pelaksanaan Idul Qurban1447 Hijriah atau 2026, Komisi B DPRD Jatim mewarning agar dilakukan pengawasan terhadap kesehatan hewan kurban yang beredar di masyarakat salah satunya pencegahan penyebaran penyakit, khususnya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, Erma Susanti mengatakan dinas terkait di lingkungan Pemprov Jatim terutama Dinas Peternakan harus memperketat pengawasan serta meningkatkan monitoring di lapangan sekaligus mengambil langkah antisipatif, seperti menerapkan karantina kandang guna membatasi keluar-masuk orang yang berpotensi membawa virus. Harapannya
penyebaran penyakit tidak meluas di sentra-sentra peternakan.

“Pencegahan harus dilakukan sejak dini. Kandang perlu dijaga ketat, lalu lintas orang dibatasi, dan hewan yang terindikasi segera mendapatkan penanganan, termasuk pengobatan dan pemberian nutrisi yang baik,” ujarnya, Senin (27/4/2026).

Anggota Fraksi PDIP DPRD Jatim itu juga menekankan pentingnya edukasi kepada para peternak. Jika ditemukan gejala penyakit pada hewan, peternak diminta segera melapor kepada petugas kesehatan hewan agar dapat ditangani dengan cepat dan tidak menyebar lebih luas. Misalnya dengan mewajibkan setiap hewan yang akan dijual atau dipindahkan harus terlebih dahulu mendapatkan registrasi dari tenaga kesehatan hewan dan dipastikan bebas PMK.

Ia juga mendorong agar penjualan hewan kurban dilakukan seminimal mungkin melalui perantara, dan lebih diutamakan langsung dari kandang untuk mengurangi risiko penularan.

“Pengawasan lalu lintas ternak harus diperketat. Semua pihak harus bekerja sama, mulai dari dinas, peternak, hingga aparat terkait agar prosedur kesehatan benar-benar dijalankan,” tegasnya.

Dia menambahkan, langkah pencegahan jauh lebih penting dibandingkan penanganan saat wabah menyebar.

Pasalnya, jika terjadi kasus yang meluas, kerugian besar akan dialami peternak, terutama menjelang Iduladha yang menjadi momentum panen dan peningkatan pendapatan.

“Jangan sampai peternak merugi karena kurangnya pengawasan. Ini momen penting bagi mereka untuk mendapatkan nilai ekonomi maksimal dari ternaknya,” pungkasnya. Nang

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita