JAKARTA, KANALINDONESIA.COM: Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik Muhamad Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup di Istana Presiden pada Senin (27/04/ 2026. Pelantikan ini dilakukan guna mengisi sisa masa jabatan periode 2024–2029.
Langkah ini menandai babak baru dalam kebijakan ekologi pemerintah, dengan fokus pada penguatan standar lingkungan nasional menuju level global.
Usai dilantik, Jumhur Hidayat menegaskan bahwa tugas besar sudah menanti di depan mata. Salah satu masalah mendesak yang menjadi prioritas utamanya adalah penanganan sampah yang akan disesuaikan dengan standar internasional.
Saya barusan ditetapkan, dilantik sebagai Menteri Lingkungan Hidup. Pasti banyak hal yang harus dilakukan yang di depan mata kita, misalnya sampah. Juga kita secara bertahap nanti akan mengikuti global standard lah begitu ya, berbagai perjanjian internasional yang kita akan kerjakan itu.”
Jumhur juga mengapresiasi dukungan kuat dari Presiden Prabowo Subianto terhadap isu lingkungan hidup. Ia optimis bahwa dengan visi presiden yang jelas, seluruh aparatur kementerian akan mampu menjalankan tugas dengan optimal.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa keberhasilan pelestarian alam sangat bergantung pada perubahan perilaku masyarakat. Ia mencetuskan konsep “kebiasaan dari hati” sebagai kunci keberlanjutan.
“Doakan dan bantu saya berkampanye untuk memastikan lingkungan hidup mulai dari habits di hati kita, habits of our heart tentang lingkungan hidup. Kalau itu terjadi, insyaallah dampaknya akan semakin baik ke depan bagi masyarakat.”
Dengan pelantikan ini, kementerian diharapkan mampu bergerak lebih progresif dalam menangani krisis iklim dan tata kelola limbah di seluruh wilayah Indonesia.

