JAKARTA, KANALINDONESIA.COM: PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN resmi merombak jajaran dewan komisarisnya. Melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), perusahaan pelat merah tersebut mengumumkan pengangkatan Ahmad Erani Yustika sebagai Komisaris Perseroan yang baru mulai April 2026.
Ahmad Erani Yustika, yang saat ini juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), menggantikan posisi Dadan Kusdiana. Sebelumnya, Dadan Kusdiana menjabat sebagai komisaris sebelum diberhentikan dengan hormat oleh pemegang saham.
Manajemen PLN menegaskan bahwa perubahan susunan pengurus ini tidak memberikan dampak material terhadap kelangsungan usaha perseroan. Perusahaan tetap berkomitmen menjalankan operasional sesuai dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance).
Berikut adalah susunan terbaru Dewan Komisaris PLN:
Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen: Burhanuddin Abdullah
Wakil Komisaris Utama: Suahasil Nazara
Komisaris : Aminuddin Ma’ruf
Komisaris : Ahmad Erani Yustika
Komisaris : Jisman Parada Hutajulu
Komisaris : Bambang Eko Suhariyanto
Komisaris Independen: Yazid Fanani
Komisaris Independen: Mutanto Juwono
Komisaris Independen: Andi Arief
Komisaris Independen: Ali Masykur Musa
Ahmad Erani Yustika dikenal sebagai akademisi dan birokrat yang memiliki pengalaman luas di bidang ekonomi dan energi. Sebelum menjadi Sekjen ESDM, ia pernah mengemban tugas sebagai Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi.
Biodata Singkat:
Nama Lengkap: Prof. Ahmad Erani Yustika, S.E., M.Sc., Ph.D.
Tempat, Tanggal Lahir: Ponorogo, Jawa Timur, 17 Maret 1973.
Jabatan Saat Ini: Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Latar Belakang Pendidikan:
SMA Negeri 1 Ponorogo
S1 Ekonomi Pembangunan, Universitas Brawijaya.
S2 dan S3 Ilmu Ekonomi, University of Göttingen, Jerman.
Riwayat Karier:
Direktur Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PPMD) Kementerian Desa PDTT.
Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi (2018–2019).
Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya.
Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF).
Penunjukan Ahmad Erani Yustika ke dalam jajaran dewan komisaris diharapkan mampu memberikan perspektif ekonomi yang mendalam bagi penguatan sektor energi dan kelistrikan di Indonesia.

