BANGKALAN, KANALINDONESIA.COM: Tahun lalu Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Bangkalan – Jatim, masih bisa tersenyum lebar. Karena jumlah anggaran mulai dari persiapan seleksi peserta pasukan pengibar bendera pusaka (paskibraka) Kabupaten Bangkalan yang akan ditugaskan di upacara penaikan dan penurunan bendera merah putih pada detik-detik – detik Proklamasi Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2026 hingga selesai acara, dananya mencapai Rp. 450 juta. Tetapi untuk tahun 2026 ini, anggaran kebutuhan untuk paskibraka pada HUT Kemerdekaan RI ke – 81nanti, cuma disediakan Rp 292 juta. Informasi tersebut disampaikan Kepala Bakesbangpol Bangkalan, Moh. Yakob, Sabtu, (2/5/2026).
Otomatis dengan jumlah anggaran yang terbatas akibat penghematan tersebut. Pihaknya harus putar otak bagaimana caranya dana yang terbilang mini itu, tercukupi semua kebutuhan mulai dari A sampai Z.
“Kita lakukan penghematan disemua lini, agar kebutuhan bisa teratasi dengan baik, “terang Yakob.
Penghematan tersebut, lanjut Yakob, diantaranya peserta seleksi yang terpilih sebagai paskibraka, selama mengikuti latihan PBB (peraturan baris berbaris) dan lainya tidak disediakan jatah makan (bawa bekal sendiri dari rumah masing – masing). Karantina jelang pengibaran bendera merah putih biasanya 3 hari, tahun ini cukup sehari saja. Untuk pakaian (busana atas bawah warna putih lengkap) yang digunakan waktu bertugas menaikan dan menurunkan bendera merah putih serta kaos untuk latihan, cuma 1 stel. Termasuk untuk transport pelatih PBB paskibraka juga disesuaikan.
“Semua pengeluaran sebisanya harus diperhitungkan secara hati – hati dan matang,” terang Yakob.
Terkait jumlah pendaftar, seleksi dan lainya yang berhubungan dengan petugas paskibraka 2026. Yakob menambahkan bahwa pihaknya telah membentuk panitia kecil serta bekerja sama dengan instansi TNI dan Polri. Pendaftaran sebagai petugas paskibraka menggunakan sistim online. Peserta diambil dari siswa SLTA sederajat di Kabupaten Bangkalan. Tinggi siswa pria minimal 170 keatas, prempuan 165 cm keatas.
Hal – hal lainya yang bersentuhan dengan ranking, lolos tidaknya siswa sebagai petugas paskibraka, semuanya itu panitia yang menentukan hingga nantinya terpilih sebanyak 72 siswa. Kemudian hasil seleksi dilaporkan ke Pemrov. Jatim berkaitan dengan penjaringan atau seleksi pengiriman 1 pasang petugas (laki – perempuan) paskibraka wakil dari masing – masing kabupaten yang akan dipilih dan ditugaskan sebagai paskibraka tingkat Provinsi. Jatim pada peringatan HUT Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2026 yang akan digelar di Surabaya nanti.
“Kalau pihak Pemprov. Jatim minta dikirimi 3 pasang paskibraka yang lolos seleksi di Bangkalan, kita akan penuhi. Cuma yang akan diterima lolos seleksi di tingkat Pemprov. Jatim, hanya 1 pasang. Jadi 2 pasang yang tidak lolos ditingkat Prov. Jatim itu, dikembalikan (dipulangkan) ke kabupaten masing – masing untuk ditugaskan sebagai paskibraka di tingkat kabupaten, ” pungkas mantan Kepala Disdik Bangkalan tersebut.

