Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL TUBAN

Driver Ojol Tewas dalam Kecelakaan di Depan Sekolah Rakyat Tuban

Driver Ojol Tewas dalam Kecelakaan di Depan Sekolah Rakyat Tuban
driver ojol yang alami kecelakaan maut di Jalan Letda Sucipto, Tuban saat di evakuasi. (Foto: Istimewa/kanalindonesia.com)

TUBAN, KANALINDONESIA.COM: Kecelakaan maut terjadi di Jalan Letda Sucipto, Kelurahan Mondokan, Kecamatan Tuban, Senin (11/5/2026) pukul 23:55 WIB. Seorang pengemudi ojek online (ojol) meninggal dunia usai terjatuh saat melintas di gundukan aspal bekas proyek pembangunan Sekolah Rakyat (SR).

Korban diketahui bernama Moch. Iqbal Firmansyah, warga Kelurahan Sidomulyo. Saat kejadian, korban mengendarai sepeda motor Honda Scoopy bernopol S 2408 EX dari arah barat menuju timur dengan mengenakan jaket oranye salah satu platform ojol.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Tuban IPTU Eko Sulistyo membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, korban terjatuh setelah tidak mampu mengendalikan kendaraan saat melintasi gundukan aspal di lokasi proyek.

“Pengendara ini berjalan dari arah barat ke timur, saat melewati gundukan aspal tidak mampu menguasai kemudi kemudian terjatuh sendiri, Akibatnya MOCH. IQBAL FIRMANSYAH meninggal dunia,” jelas IPTU Eko.

Informasi yang dihimpun di lokasi menyebutkan, gundukan aspal tersebut diduga berasal dari bekas galian pipa proyek pembangunan Sekolah Rakyat yang dikerjakan PT Waskita Karya. Penggalian disebut dilakukan sehari sebelum kecelakaan terjadi.

Meski telah dilakukan pengaspalan ulang, kondisi jalan di lokasi proyek disebut masih bergelombang akibat lalu lalang kendaraan berat dan kondisi aspal yang belum padat sempurna.

Salah seorang warga sekitar, Akmal mengatakan korban melaju dengan kecepatan cukup tinggi saat melintas di lokasi kejadian. Namun diduga kurang konsentrasi hingga sepeda motor menghantam gundukan aspal dan korban terpental.

Usai kejadian, Akmal bersama warga lainnya, Suyanto, langsung mengevakuasi korban ke tepi jalan agar tidak mengganggu arus lalu lintas dan menghindari risiko kecelakaan lanjutan.

“Kami langsung tepikan korban,” ujar Akmal.

Sementara itu, Suyanto menduga korban telah meninggal dunia saat proses evakuasi dilakukan.

“Saat kami evakuasi, kemungkinan korban sudah meninggal di tempat,” terangnya.

Warga sekitar juga menyoroti tidak adanya rambu peringatan di sekitar lokasi proyek sebelum kecelakaan terjadi. Rambu-rambu disebut baru dipasang setelah insiden maut tersebut.

“Sebelum ada kecelakaan ini tidak ada rambu-rambu peringatan disekitar gundukan galian pipa itu, baru ada kejadian gini pihak proyek buru-buru memasangnya,” cetus warga lain yang enggan disebutkan namanya.

Peristiwa tersebut membuat sejumlah pengemudi ojol mendatangi lokasi kejadian sebagai bentuk solidaritas terhadap rekan seprofesinya.

Sementara itu, Satlantas Polres Tuban masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kecelakaan tersebut. Polisi telah mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti, serta meminta keterangan sejumlah saksi di sekitar lokasi.

“Petugas sudah datang ke lokasi untuk olah TKP, mengamankan barang bukti, mencari keterangan saksi-saksi, dan saat ini masih dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” pungkas IPTU Eko. (Najib)

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita