TUBAN, KANALINDONESIA.COM: Jumlah pengunjung Goa Akbar di Kabupaten Tuban belum mampu mendongkrak pendapatan daerah pada 2025. Di tengah meningkatnya capaian wisata milik Pemkab Tuban lainnya, destinasi wisata yang berada di pusat kota itu justru gagal memenuhi target PAD yang telah ditetapkan.
Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Tuban menilai lokasi Goa Akbar yang berdampingan dengan area pasar tradisional menjadi salah satu faktor menurunnya minat pengunjung.
Kepala Disbudporapar Kabupaten Tuban, M. Emawan Putra mengatakan, kondisi lingkungan sekitar sangat memengaruhi kenyamanan wisatawan saat berkunjung ke lokasi wisata.
“Lokasi wisata sangat memengaruhi kunjungan. Goa Akbar misalnya, lokasinya berdekatan dengan pasar. Itu penyebab wisatawan merasa kurang leluasa ketika berkunjung,” ungkap Emawan saat dikonfirmasi di kantornya pada Senin (11/5/2026).
Berdasarkan data yang dihimpun, pendapatan asli daerah (PAD) dari tiga destinasi wisata yang dikelola Pemkab Tuban pada 2025 mencapai sekitar Rp1,141 miliar. Jumlah itu meningkat lebih dari Rp300 juta dibanding tahun sebelumnya yang berada di angka sekitar Rp900 juta.
Namun, dari tiga wisata tersebut, Goa Akbar menjadi destinasi dengan capaian terendah. Wisata goa itu hanya mampu menyumbang PAD sebesar Rp216 juta dari target Rp260 juta.
Capaian tersebut berbeda dengan dua destinasi lainnya. Pantai Boom berhasil melampaui target dengan realisasi PAD mencapai Rp456 juta dari target Rp450 juta. Sementara Pemandian Bektiharjo mencatat pendapatan Rp469 juta, lebih tinggi dari target Rp440 juta.
Menurut Emawan, kondisi Goa Akbar cukup berbeda dibanding Pantai Boom yang memiliki akses lebih terbuka dan mudah dijangkau wisatawan. Lokasi Pantai Boom yang berada di jalur strategis membuat destinasi tersebut lebih ramai dikunjungi peziarah maupun pengguna jalur Pantura.
Ia juga menekankan bahwa pengembangan wisata tidak cukup hanya mengandalkan potensi alam atau daya tarik lokasi semata. Kenyamanan dan pengalaman pengunjung juga menjadi faktor penting untuk meningkatkan jumlah wisatawan.
“Destinasi wisata tidak hanya populer karena pemandangannya saja, tetapi juga pengalaman kuliner, keramahan warga, hingga produk khas daerah. Ini penunjang utama,” tandasnya.
Belum tercapainya target PAD Goa Akbar menjadi catatan tersendiri bagi Pemkab Tuban. Di tengah persaingan destinasi wisata yang semakin berkembang, pembenahan kawasan dan peningkatan kenyamanan pengunjung dinilai menjadi tantangan yang harus segera diselesaikan agar Goa Akbar kembali diminati wisatawan. (Najib)

