Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL TUBAN

Ratusan Ojol Tuban Tabur Bunga untuk Rekan yang Tewas di Depan Sekolah Rakyat

Ratusan Ojol Tuban Tabur Bunga untuk Rekan yang Tewas di Depan Sekolah Rakyat
Ratusan pengemudi ojek online menggelar aksi doa bersama dan tabur bunga di lokasi kecelakaan maut rekan mereka di depan proyek Sekolah Rakyat, Tuban. (Foto: kanalindonesia.com

TUBAN, KANALINDONESIA.COM: Ratusan pengemudi ojek online (ojol) dari berbagai komunitas di Kabupaten Tuban menggelar aksi solidaritas di lokasi kecelakaan maut yang menewaskan seorang driver ojol di depan proyek Sekolah Rakyat (SR), Jalan Letda Sucipto, Kelurahan Mondokan, Kecamatan Tuban, Rabu (13/5/2026) malam.

Aksi dimulai sekitar pukul 18.30 WIB dengan konvoi dari basecamp masing-masing komunitas menuju lokasi kejadian. Sekitar 170 driver ojol tampak hadir mengikuti doa bersama, menyalakan lilin, dan menabur bunga untuk mengenang almarhum Moch. Iqbal Firmansyah.

Koordinator aksi, Nanang Lasmito, mengatakan tabur bunga dilakukan di dua titik lokasi kecelakaan, termasuk titik tempat korban ditemukan usai insiden terjadi.

“Aksi tabur bunga kemudian dilanjutkan du titik korban terkapar, dan kami juga lantunkan doa kepada almarhum agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah,” ujar Nanang.

Menurutnya, aksi tersebut tidak hanya menjadi bentuk belasungkawa, namun juga simbol solidaritas sesama driver ojol yang setiap hari bekerja di jalan dengan risiko kecelakaan cukup tinggi.

Dalam kesempatan itu, komunitas ojol juga menyoroti tingginya angka kecelakaan yang melibatkan pengemudi ojol di Tuban dalam beberapa waktu terakhir. Banyak driver disebut tetap bekerja hingga larut malam demi memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.

“Banyak driver tetap memilih bekerja meski kondisi fisik lelah karena belum dapat uang untuk dirumah,” tambah Nanang.

Berdasarkan catatan komunitas, kecelakaan yang melibatkan driver ojol disebut cukup sering terjadi sepanjang tahun ini. Bahkan dalam sepekan terakhir, beberapa insiden kecelakaan kembali menimpa pengemudi ojol di Tuban.

Korban sendiri diketahui merupakan anggota baru salah satu komunitas ojol yang bergabung sekitar bulan Ramadan lalu. Selain menjadi driver ojol, almarhum juga bekerja serabutan dan menjaga warung untuk menambah penghasilan sehari-hari.

Usai aksi solidaritas tersebut, komunitas ojol memastikan akan terus mendampingi keluarga korban apabila nantinya diperlukan langkah lanjutan terkait kasus tersebut.

“Kami pasti akan dampingi terus sampai ada keputusan yang dinilai cukup adil oleh keluarga korban,” lanjutnya.

Sementara itu, pihak keluarga korban menyebut telah ada komunikasi dari pengelola proyek Sekolah Rakyat, PT Waskita Karya, serta Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Lestari Tuban setelah kecelakaan maut tersebut terjadi.

Sepupu korban, Mujiono, mengakui pihak perusahaan telah datang ke rumah duka dan memberikan kompensasi kepada keluarga korban. Namun, ia menilai kehilangan nyawa tidak dapat disamakan dengan nominal uang.

“Kalau nyawa kan tidak bisa ditukar dengan uang, saya kira nyawa siapapun tak bisa dibayar dengan uang,” kata Mujiono.

Meski menghargai itikad baik dari pihak perusahaan, Mujiono menegaskan kompensasi sebesar Rp20 juta yang diberikan tetap tidak sebanding dengan nyawa korban yang telah meninggal dunia. (Najib)

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita