Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL TUBAN

Kenaikan Yesus Kristus di Paroki Santo Petrus Tuban Tekankan Pesan Yakobus 2:26

Kenaikan Yesus Kristus di Paroki Santo Petrus Tuban Tekankan Pesan Yakobus 2:26

TUBAN, KANALINDONESIA.COM: Hari Raya Kenaikan Yesus Kristus yang diperingati umat Katolik di Gereja Katolik Santo Petrus, Kamis (14/5/2026), tidak hanya dimaknai sebagai perayaan liturgi, tetapi juga momentum refleksi tentang praktik iman dalam kehidupan sehari-hari.

Pastor Paroki Santo Petrus Tuban, Romo Stefanus Kholik Kurniadi, menegaskan bahwa makna Kenaikan Tuhan tidak berhenti pada ibadah di dalam gereja. Menurutnya, umat ditekankan untuk menghadirkan nilai iman melalui tindakan nyata di tengah masyarakat.

Dalam homilinya yang diikuti sekitar 300 jemaat, Romo Kholik mengutip Surat Yakobus 2:26 yang menekankan pentingnya keselarasan antara iman dan perbuatan.

“Iman tanpa perbuatan adalah mati. Merayakan Kenaikan Tuhan berarti kita siap mewartakan kasih Allah melalui tindakan nyata, bukan hanya sekadar kata-kata,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kesaksian iman umat Katolik paling mudah terlihat dari kehidupan sosial sehari-hari. Mulai dari menjaga kejujuran, membangun hubungan baik dengan tetangga, membantu warga yang membutuhkan, hingga aktif dalam kegiatan lingkungan tanpa membedakan latar belakang agama maupun golongan.

Menurut Romo Kholik, semangat Kenaikan Yesus Kristus juga mengandung makna perutusan bagi umat Katolik. Artinya, setelah mengikuti perayaan misa, umat diharapkan kembali ke tengah masyarakat dengan membawa semangat kasih, pengampunan, dan persaudaraan.

Ia menilai, tantangan kehidupan sosial saat ini membuat pesan tersebut semakin relevan. Sebab, praktik iman tidak cukup diwujudkan melalui simbol atau ucapan, melainkan melalui sikap hidup yang mampu menciptakan keteduhan di lingkungan sekitar.

Karena itu, ia mengajak umat Katolik di Tuban untuk terus menjaga harmoni sosial dan terlibat aktif dalam kehidupan bermasyarakat.

“Keluar dari sini, jemaat diharapkan menjadi pribadi yang lebih pemaaf dan konsisten dalam merajut persaudaraan antar warga negara,” pungkasnya.

Perayaan Kenaikan Yesus Kristus di Paroki Santo Petrus Tuban akhirnya tidak hanya dimaknai sebagai perayaan iman tahunan. Bagi umat, momentum ini juga menjadi pengingat bahwa nilai-nilai kasih, kepedulian, dan persaudaraan perlu terus dibawa dalam kehidupan sehari-hari, terutama saat hidup berdampingan di tengah masyarakat yang beragam. (Najib)

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita