TULUNGAGUNG, KANALINDONESIA.COM: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak sumber daya manusia unggul dan siap bersaing di tingkat global.
Usai meresmikan revitalisasi dan pembangunan sejumlah SMA, SMK, serta SLB di wilayah Tulungagung, Trenggalek, dan Pacitan, Khofifah melanjutkan agenda dengan melepas peserta Program Magang Kerja Luar Negeri bagi murid SMK dan alumni pekerja migran.
Kegiatan pelepasan yang berlangsung di Tulungagung tersebut dilakukan langsung oleh Khofifah didampingi Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai serta Pelaksana Tugas Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin.
Prosesi pelepasan ditandai dengan pemasangan jaket kepada para peserta program yang terdiri dari tujuh putra dan tiga putri. Momen tersebut menjadi simbol kesiapan generasi muda Jawa Timur untuk memasuki dunia kerja internasional dan membawa nama baik Indonesia di kancah global.
Negara tujuan program magang dan penempatan kerja luar negeri itu meliputi Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Singapura, Jerman, Uni Emirat Arab hingga Arab Saudi. Program tersebut mendapat antusiasme tinggi dari para lulusan SMK yang ingin mengembangkan kemampuan dan pengalaman kerja di luar negeri.
Pada tahun 2026, tercatat sebanyak 898 pelajar SMK asal Tulungagung mengikuti program magang kerja dan penempatan luar negeri. Sementara secara keseluruhan, jumlah peserta dari Jawa Timur mencapai 4.920 siswa dan lulusan SMK.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.186 peserta mengikuti program magang kerja luar negeri, sedangkan 1.734 lainnya merupakan lulusan SMK yang kembali bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Khofifah menegaskan bahwa program ini menjadi bagian dari langkah strategis Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memperkuat pendidikan vokasi yang selaras dengan kebutuhan industri global.
“Pendidikan vokasi harus mampu mencetak lulusan yang adaptif, kompetitif, dan siap kerja. Program ini menjadi bukti bahwa lulusan SMK Jawa Timur memiliki kualitas dan daya saing untuk menembus pasar kerja internasional,” ujarnya.
Program magang kerja luar negeri tersebut juga menjadi bukti nyata bahwa pendidikan vokasi di Jawa Timur terus berkembang secara berkelanjutan dalam menyiapkan generasi muda yang profesional, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan dunia industri internasional. (SNT)

