Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL TUBAN

Satlantas Polres Tuban Akan Panggil PDAM dan Waskita Karya Usai Audiensi dengan Ojol

Satlantas Polres Tuban Akan Panggil PDAM dan Waskita Karya Usai Audiensi dengan Ojol

TUBAN, KANALINDONESIA.COM: Kasus kecelakaan maut yang menewaskan seorang driver ojek online (ojol) di depan proyek Sekolah Rakyat (SR) Tuban terus bergulir. Setelah menggelar aksi tabur bunga di lokasi kejadian, sejumlah perwakilan komunitas ojol melakukan audiensi dengan Unit Gakkum Satlantas Polres Tuban, Jumat (15/5/2026).

Audiensi dilakukan menyusul tuntutan komunitas ojol agar proses penanganan kasus dilakukan secara terbuka, termasuk mengusut dugaan kelalaian terkait kondisi jalan di lokasi proyek.

Awalnya, puluhan driver ojol berencana mendatangi Mapolres Tuban dalam aksi solidaritas. Namun karena adanya agenda pengamanan kunjungan Presiden, komunitas akhirnya memilih mengirimkan beberapa perwakilan untuk berdialog langsung dengan pihak kepolisian.

Dalam pertemuan tersebut, Kanit Gakkum Satlantas Polres Tuban, IPTU Eko Sulistyo, menyampaikan bahwa penyelidikan masih terus berjalan. Polisi kini mulai mendalami pihak-pihak yang terlibat dalam pekerjaan proyek maupun aktivitas galian di lokasi kejadian.

“Hari Selasa besok, pihak PDAM resmi kami panggil. Setelah itu, menyusul pihak PT Waskita Karya selaku kontraktor penggarap proyek SR,” ujar IPTU Eko kepada Wartawan

Hingga saat ini, Satlantas Polres Tuban telah meminta keterangan dari lima orang saksi. Salah satu poin yang menjadi perhatian penyidik yakni terkait penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di area proyek.

Polisi menyoroti keberadaan rambu peringatan di sekitar lokasi gundukan aspal yang sebelumnya disebut menjadi titik kecelakaan korban. Berdasarkan aturan, pekerjaan yang menggunakan badan jalan wajib dilengkapi penanda keselamatan, termasuk lampu peringatan saat malam hari.

“Menurut para saksi yang sudah kami mintai keterangan rambu peringatan memang terpasang tetapi tepat berada di lokasi gundukan,” tambahnya.

Sementara itu, Koordinator aksi, Nanang Sasmito, menilai keluarga korban hingga kini masih mengalami trauma akibat kejadian tersebut. Ia juga menyoroti sikap pihak pelaksana proyek yang dinilai belum memberikan perhatian maksimal setelah insiden terjadi.

“Keluarga korban ini merasa trauma atas kejadian tersebut, bahkan juga sampai menimbulkan dampak psikologis yang cukup mendalam,” jelasnya.

Dukungan terhadap keluarga korban juga disampaikan Ketua Persatuan Driver Ojol Indonesia (PDOI) Tuban, Hendra Waskita. Menurutnya, komunitas ojol siap membantu kepolisian apabila dibutuhkan tambahan informasi maupun saksi untuk memperjelas penyelidikan.

“Kami siap membantu memperkuat bukti-bukti, karena kami rasa pihak kepolisian telah membuka diri,” tambah Hendra.

Ia mengatakan kepolisian juga berencana memfasilitasi pertemuan antara keluarga korban dengan pihak terkait, termasuk PT Waskita Karya dan PDAM Tirta Lestari Tuban. Pertemuan itu diharapkan menjadi ruang dialog untuk mencari penyelesaian bersama.

“Jika nantinya dalam pertemuan itu tak ada titik temu, kita pasti akan kawal terus sampai keluarga korban ini legowo,” tandasnya.

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita