PONOROGO, KANALINDONESIA.COM: Akses jalan utama yang menghubungkan Kabupaten Ponorogo dengan Kabupaten Pacitan sempat terputus total akibat bencana tanah longsor yang menutupi badan jalan di Dusun Bukul, Desa Wates, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo. Peristiwa yang terjadi pada Selasa (19/5/2026) malam menjelang dini hari tersebut sempat melumpuhkan arus lalu lintas dan memaksa kendaraan memutar balik, sebelum akhirnya petugas gabungan berhasil membuka kembali jalur tersebut.
Bencana tanah longsor ini bermula saat hujan deras dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Kecamatan Slahung dan sekitarnya sejak Selasa malam pukul 22.05 WIB.
Durasi hujan yang cukup lama membuat kondisi tanah di tepi jalan menjadi labil. Akibatnya, pada pukul 23.45 WIB, tebing di sebelah timur batas Ponorogo–Pacitan tersebut runtuh dan material longsoran langsung menutup seluruh badan jalan.
Merespons kejadian tersebut, Babinsa Desa Wates dari Koramil 0802-10/Slahung langsung bergerak cepat mendatangi lokasi setelah menerima laporan warga.
Petugas Babinsa berkoordinasi dengan Piket Polsek Slahung, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo, serta pemerintah desa setempat untuk mendatangkan alat berat guna membersihkan material tanah yang menutup jalan.
Laporan resmi memastikan tidak ada korban jiwa (nihil kerugian personel) dalam peristiwa ini. Kerugian material sepenuhnya berupa penutupan jalur utama antarkabupaten akibat tertimbun tanah.
Berkat penanganan cepat dari seluruh instansi terkait, saat ini material longsor sudah berhasil disingkirkan dan arus lalu lintas kembali normal serta bisa dilalui oleh kendaraan.
Sementara itu, petugas juga terus memantau kondisi Jembatan Plapar di Desa Caluk, Kecamatan Slahung, yang berada tidak jauh dari lokasi. Pondasi bawah jembatan tersebut, baik di sisi barat maupun timur, dilaporkan dalam kondisi kritis akibat tergerus air.
Petugas mengimbau para pengguna jalan yang melintas di kawasan Slahung untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, mengingat intensitas hujan yang tinggi masih berpotensi membuat kondisi tanah di sekitar jalur perbatasan menjadi labil.

