“Berbagai perbaikan yang dilakukan TPS selama ini telah memberikan dampak positif bagi efisiensi dan kepastian layanan bagi perusahaan pelayaran. Kami berharap TPS dapat terus memperkuat kolaborasi untuk mendukung kelancaran rantai pasok,” kata Dwi Agus.
Komitmen TPS dalam menggenjot produktivitas dibuktikan lewat angka riil. Sepanjang dua bulan pertama tahun 2026, rata-rata kinerja bongkar muat TPS sukses mencapai 50 box/ship/hour. Angka ini melampaui standar minimum yang ditetapkan oleh Kementerian Perhubungan melalui KSOP Utama Tanjung Perak, yakni sebesar 48 box/ship/hour.
Dengan kinerja tersebut, TPS tetap dapat mempertahankan dominasi dengan menguasai 83% pangsa pasar (market share) peti kemas internasional di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. (SNT_kanalindonesia.com)

