Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL CIREBON

Imigrasi Cirebon Tuntaskan Layanan Haji 2026, 17.585 Jemaah Diberangkatkan Melalui BIJB Kertajati

Imigrasi Cirebon Tuntaskan Layanan Haji 2026, 17.585 Jemaah Diberangkatkan Melalui BIJB Kertajati

CIREBON, KANALINDONESIA.COM – Kantor Imigrasi Kelas I TPI Cirebon menuntaskan seluruh proses pelayanan keimigrasian bagi calon jamaah haji tahun 2026 Embarkasi Kertajati hingga keberangkatan kloter terakhir menuju Tanah Suci.

Kelompok Terbang (Kloter) 40 menjadi kloter penutup yang diberangkatkan melalui Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati. Seluruh rangkaian pelayanan keimigrasian berjalan lancar dan tertib sejak keberangkatan kloter pertama pada 22 April 2026 lalu.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Cirebon, Komang Trisna Diatmika, mengatakan pelayanan tersebut merupakan bentuk dukungan Imigrasi dalam memastikan kelancaran penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.

“Pelaksanaan layanan tersebut merupakan bagian dari dukungan keimigrasian dalam memastikan kelancaran penyelenggaraan ibadah haji tahun ini melalui pemeriksaan dokumen perjalanan secara optimal, cepat, dan tertib,” ujar Komang, Rabu (20/5/2026).

Ia menjelaskan, pelayanan keimigrasian dilakukan secara intensif di Embarkasi Kertajati dengan mengedepankan profesionalitas, ketelitian, dan pelayanan prima agar seluruh jamaah dapat berangkat sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku.

Sepanjang operasional haji 2026, Imigrasi Cirebon telah melayani keberangkatan sebanyak 17.585 calon jamaah haji yang terbagi dalam 40 kloter. Setiap kloter rata-rata diisi sekitar 440 jamaah.
Para jamaah tersebut berasal dari 19 kota dan kabupaten di Jawa Barat, meliputi lima kota yakni Kota Bandung, Cimahi, Cirebon, Tasikmalaya, dan Banjar.

Sementara 14 kabupaten terdiri dari Kabupaten Bandung, Bandung Barat, Subang, Purwakarta, Bekasi, Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Sumedang, Pangandaran, Majalengka, Indramayu, Kuningan, dan Cirebon.

Komang menegaskan, keberhasilan pelayanan keimigrasian haji tahun ini tidak terlepas dari persiapan matang yang dilakukan jauh hari sebelumnya. Persiapan tersebut mencakup rapat koordinasi, penugasan personel, penyediaan sarana dan prasarana, hingga penguatan pengawasan keimigrasian.

“Pengawasan meliputi keabsahan dokumen perjalanan, penerapan cap tanda keluar, kesesuaian visa, serta memastikan tidak ada jamaah yang masuk dalam daftar cekal maupun sistem pengawasan keimigrasian,” katanya.

Kelancaran operasional di lapangan juga didukung sinergi kuat antarinstansi yang tergabung dalam Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH). Imigrasi Cirebon berkoordinasi intensif dengan Bea Cukai, Karantina Kesehatan, Kementerian Haji dan Umrah, TNI/Polri, PT BIJB Kertajati Perseroda, Angkasa Pura, Otoritas Bandara Wilayah I, hingga maskapai Saudi Arabian Airlines.

Dalam pelaksanaannya, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Cirebon menurunkan 57 personel yang dibagi ke dalam empat tim pelayanan. Masing-masing tim beranggotakan 10 personel yang bertugas secara bergantian untuk memastikan pelayanan terhadap jamaah tetap optimal selama proses embarkasi berlangsung.

Di akhir keterangannya, Imigrasi Cirebon turut menyampaikan doa bagi seluruh jamaah haji agar senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, dan kelancaran dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci hingga kembali ke Tanah Air.

“Allohumma ajalhum hajjan mabruro masykuro wadzanban maghfuro watijarotan lan tabur,” tutup Komang.

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita