BANDUNG BARAT, KANALINDONESIA.COM : Keluhan terhadap SMK Tunas Bangsa yang berlokasi di Jalan Haji Gofur, Desa Tanimulya, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, terus bermunculan. Sejumlah orang tua siswa mengaku merasa seperti “terpenjara” akibat kebijakan sekolah yang dinilai kaku, tidak manusiawi, dan lebih mementingkan pelunasan biaya daripada keberlangsungan pendidikan siswa.
Salah seorang orang tua siswa Kamis (21/5/2026), mengungkapkan bahwa dirinya memiliki tunggakan sebesar Rp6 juta. Meski telah menawarkan pembayaran awal sebesar Rp3 juta dan berkomitmen mencicil sisanya, pihak sekolah disebut tetap menolak dan bersikeras meminta pelunasan penuh.
Menurutnya, kebijakan tersebut menunjukkan minimnya empati terhadap kondisi ekonomi keluarga siswa. Alih-alih memberikan toleransi, sekolah dinilai justru menambah tekanan bagi orang tua yang tengah berjuang memenuhi kebutuhan hidup.
“Sekolah seharusnya menjadi tempat mendidik dan membantu siswa, bukan lembaga yang membuat orang tua merasa tercekik karena persoalan biaya,” ujar salah seorang wali murid.
Keluhan juga diarahkan pada dugaan buruknya tata kelola administrasi. Beberapa orang tua mengaku pernah diminta membayar ulang biaya yang sebenarnya sudah dilunasi, karena pihak sekolah diduga tidak memiliki pencatatan keuangan yang tertib dan akurat.
Tak hanya persoalan biaya, SMK Tunas Bangsa juga dituding mengalami krisis moral dan manajemen. Orang tua menilai pelayanan sekolah amburadul, pembukuan tidak tertata, kegiatan ekstrakurikuler tidak optimal, hingga mutu pendidikan yang dinilai jauh dari harapan.
Selama bertahun-tahun, berbagai persoalan tersebut disebut terus berulang tanpa perbaikan berarti. Sikap tertutup dan sulit diajak bernegosiasi membuat banyak orang tua merasa tidak dihargai dan kehilangan kepercayaan terhadap lembaga pendidikan tersebut.
Para wali murid berharap pihak sekolah segera melakukan evaluasi menyeluruh, memperbaiki sistem administrasi, dan mengedepankan pendekatan yang lebih manusiawi agar pendidikan tidak berubah menjadi beban yang menekan keluarga siswa. (Fey)

