Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL PONOROGO

Herman Budianto dan 8 WNI Relawan Flotilla Dibebaskan Militer Israel!

Herman Budianto dan 8 WNI Relawan Flotilla Dibebaskan Militer Israel!

PONOROGO, KANALINDONESIA.COM: Sebanyak sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi aktivis kemanusiaan internasional, termasuk Herman Budianto asal Kabupaten Ponorogo, akhirnya resmi dibebaskan oleh militer Israel pada Kamis (21/5/2026). Setelah keluar dari Penjara Ktziot yang berada di kawasan Gurun Negev, seluruh rombongan relawan tersebut saat ini tengah berada dalam proses pemulangan ke tanah air.

Kepastian mengenai kebebasan ini seketika mengubah suasana kecemasan pihak keluarga di Ponorogo menjadi rasa lega yang luar biasa. Dyah Puspasari, adik kandung dari Herman Budianto, mengungkapkan rasa syukur yang mendalam setelah beberapa hari terakhir didera kekhawatiran yang sangat besar.

“Perasaan kami sekarang sangat plong dan bersyukur atas bebasnya Mas Herman. Kabar berharga ini kami dapatkan kemarin sore setelah waktu asar, sekitar pukul 15.30 WIB, lewat pesan singkat WhatsApp yang dikirimkan oleh istri Mas Herman,” tutur Dyah Puspasari.

Walau diliputi kebahagiaan, Dyah menegaskan bahwa pihak keluarga tidak akan lengang dan tetap mengawal ketat seluruh proses perjalanan pulang kakaknya tersebut.

Keluarga masih menyimpan sedikit kekhawatiran karena mendengar informasi terkait ketatnya interogasi serta indikasi adanya kekerasan fisik yang menimpa para relawan selama mendekam di tahanan militer Israel.

“Kami mendengar kabar bahwa kondisi kesehatan mereka memerlukan pemulihan setelah ditahan di sana. Pihak keluarga di sini tiada henti memanjatkan doa agar segala proses kepulangan berjalan tanpa hambatan dan Mas Herman bisa sampai di rumah dengan selamat serta sehat walafiat,” sambung Dyah.

Sebelum insiden penahanan, Herman Budianto bertolak sebagai utusan kemanusiaan dari lembaga Dompet Dhuafa dan bergabung dengan ratusan sukarelawan lintas negara di dalam armada pelayaran Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0. Misi internasional ini bergerak menuju Jalur Gaza, Palestina, dengan membawa misi mulia menyalurkan bantuan pangan, obat-obatan, serta kebutuhan logistik bagi warga sipil.

Namun, laju kapal mereka dicegat secara paksa oleh tentara zionis di wilayah perairan internasional pada awal pekan ini. Di tengah situasi genting tersebut, Herman sempat menyiarkan video darurat sepanjang 39 detik di media sosial untuk mengabarkan bahwa posisinya telah dikepung dan ditangkap oleh pasukan Israel Defense Forces (IOF), sembari mendesak Pemerintah Republik Indonesia untuk segera memberikan perlindungan. (*)

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita