Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL JAKARTA

Menginspirasi, Kolonel Sus Dr. Muttaqin, M.Ag Berikan Sambutan Pada Wisuda UIN Syahid Jakarta

Menginspirasi, Kolonel Sus Dr. Muttaqin, M.Ag Berikan Sambutan Pada Wisuda UIN Syahid Jakarta

JAKARTA, KANALINDONESIA.COM :  Menginspirasi, Kolonel Sus H.Dr. Muttaqin, M.Ag., berikan sambutan pada Wisuda Sarjana ke-140 UIN Syarif Hadayatullah/UIN Syahid di Auditorium Harun Nasution UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta Selatan, Sabtu (23/5/26).

Kolonel Muttaqin dalam sambutannya diawali dengan sebuah pantun, ke Ciputat beli soto babat, Macetnya bikin jantungan, Selamat pagi wisudawan/Wisudawi hebat, Akhirnya lulus setelah sekian purnama mimpi wisuda jadi beneran (disambut hadirin  bertepuk tangan).

“Dulu, waktu masih kuliah di Ciputat, modal saya cuma baju koko, sarung, dan doa ibunda, kuliah di UIN itu berkah, tapi tantangannya luar biasa, dulu musuh terbesar kami adalah macetnya pasar Ciputat dan kejaran deadline skripsi. Sekarang, kalian lulus, musuhnya sudah beda lagi: algoritma media sosial dan jaringan internet yang kadang tenggelam seperti harapan palsu mantan,” klakar Muttaqin.

Lebih lanjut, Kolonel Muttaqin yang juga alumni UIN Syahid mengatakan,  bahwa berdiri di depan kalian, saya seperti berkaca pada masa lalu, seringkali orang bertanya, “Pak Muttaqin, kok bisa lulusan UIN, sarjana agama, tapi pangkatnya Kolonel di Angkatan Udara, dijawab: “Itulah hebatnya UIN Jakarta!” Kita dididik tidak hanya untuk fasih membaca kitab suci, tetapi juga fasih membaca tanda-tanda zaman,”ujarnya.

Dia menjelaskan, ketika memutuskan masuk ke dunia militer melalui jalur perwira karier, banyak yang meragukan. “Anak IAIN/UIN bisa apa di militer?” Tapi modal dari kampus ini—bukan hanya intelektualitas, melainkan mentalitas. Disini kita diajari moderasi, ketahanan mental, keikhlasan, dan spiritualitas yang kokoh. Gelar Sarjana Agama yang saya sandang bukan penghalang untuk memimpin di bawah kibaran Merah Putih.

“Justru nilai-nilai agama itulah yang menjadi kompas moral saya dalam menjaga kedaulatan bangsa.

Jika hari ini seorang alumni UIN bisa menjadi Perwira Menengah TNI, maka saya pastikan, kalian yang duduk di kursi wisuda hari ini punya peluang yang jauh lebih besar untuk mengguncang dunia,”tutur seorang yang pernah menjabat Sesdibintalau.

Lebih lanjut dia menjelaskan, acara wisuda yang mengusung tema “Meneguhkan Cita-Cita Kebangsaan dalam Mewujudkan Generasi Digital yang Kompetitif.” Menurutnya hidup di era di mana perang tidak lagi hanya terjadi di medan fisik, perang hari ini ada di genggaman tangan kalian! Perang hari ini adalah perang informasi, perang siber, perang ideologi di dunia maya. Musuh bangsa saat ini bukan lagi penjajah yang membawa senjata, melainkan hoaks yang memecah belah, judi online yang merusak mental pemuda, dan radikalisme digital yang bertentangan dengan ideologi Pancasila

“Kalian adalah generasi digital. Kalian mahir coding, kalian paham AI, kalian menguasai media sosial. Tapi ingat! Kecerdasan digital tanpa komitmen kebangsaan adalah kehampaan. Apa gunanya kalian kompetitif di tingkat global, bisa menciptakan aplikasi canggih, kalau karya kalian tidak membawa kemaslahatan bagi bangsa Indonesia. Apa gunanya jempol kalian kreatif, kalau hanya digunakan untuk mencaci maki sesama saudara sebangsa di media sosial,”imbuh Muttaqin dengan penuh harapan.

Dia menegaskan,  kalian adalah  generasi pewaris sah dari cita-cita para pendiri bangsa, jangan menjadi generasi digital yang lembek! Jangan jadi generasi yang hanya mencari zona nyaman, yang baru dikritik sedikit di dunia maya langsung mental breakdown. Jadilah “Prajurit Digital” yang kompetitif, yang menguasai teknologi untuk membawa Indonesia maju, namun tetap memiliki hati selembut santri dan jiwa sekeras baja untuk NKRI.

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita