Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL JATIM

Perkuat Sinergi dan Transformasi, Bank Jatim Gelar Rapat Kerja Tahunan 2026 KUB Bank Jatim

Perkuat Sinergi dan Transformasi, Bank Jatim Gelar Rapat Kerja Tahunan 2026 KUB Bank Jatim

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak juga menyoroti pentingnya penguatan Kelompok Usaha Bank (KUB) sebagai strategi transformasi bersama bagi Bank Pembangunan Daerah (BPD) agar tetap kompetitif di tengah dinamika industri perbankan global. Pihaknya berharap KUB Bank Jatim bisa menjadi role model penguatan sektor perbankan yang ada di Indonesia melalui kinerja positif bersama dengan seluruh anggota KUB lainnya.

“Saya yakin KUB Bank Jatim dapat menjadi role model nasional, menghadirkan kolaborasi yang sehat dan produktif, memperkuat konektivitas ekonomi Indonesia Timur, serta memberikan multiplier effect bagi pembangunan daerah,” terangnya.

Menurutnya, KUB harus dipandang bukan sekadar pemenuhan regulasi, melainkan strategi transformasi untuk memperkuat daya saing dan akselerasi ekonomi daerah. KUB ini menjadi sebuah bentuk hal baik kebersamaan antar Gubernur yang mendukung program nasional dalam program perbankan dengan semangat kolaborasi mewujudkan bank pembangunan daerah yang sehat, baik secara tata kelola maupun menggerakkan daya saing antar daerah bersama-sama.

“Rapat Kerja Bersama ini momentum penting yang menghadirkan OJK, BPD maupun masing masing Pemprov yang menjadi bagian KUB untuk membangun kolaborasi dan sinergi menggerakkan daya saing daerah secara bersama sama,” jelasnya.

Lebih lanjut, Emil mengapresiasi kinerja Bank Jatim yang dinilai solid dan resilien sepanjang Tahun Buku 2025. Emil memandang bahwa KUB tidak berhenti pada pembentukan struktur, tetapi harus menghasilkan strategi nyata yang menciptakan Shared Growth, penguatan kapasitas dan value cretion bersama. “KUB bisa menjadi jawabaan penguatan perbankan dan menjawab tantangan hari ini untuk menguatkan strategic aliance,” jelasnya.

Emil menerangkan, pertumbuhan aset, kredit, dana pihak ketiga, hingga laba menunjukkan fondasi yang kuat bagi akselerasi bisnis ke depan. Di sisi transformasi digital, Bank Jatim juga mencatat capaian positif dengan lebih dari 993 ribu pengguna aplikasi JConnect, nilai transaksi digital mencapai Rp65,77 triliun, serta peningkatan transaksi QRIS sebesar 60,76 persen secara year on year.

Menurutnya, tantangan yang dihadapi industri perbankan saat ini semakin kompleks, mulai dari perlambatan ekonomi global, kompetisi dengan fintech dan platform digital, disrupsi teknologi, perubahan perilaku nasabah, hingga risiko siber. “Dalam situasi ini, BPD tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Diperlukan penguatan skala, kolaborasi, dan sinergi agar tetap relevan dan kompetitif. Kami berpesan agar seluruh kemitraan dalam KUB berkomitmen bersama terutama pada penyamaan arah seluruh anggota KUB, penguatan implementasi sinergi strategis, transformasi berkelanjutan dan kolaboratif hingga optimisme terhadap masa depan KUB Bank Jatim.

Deputi Komisioner Pengawas Bank Pemerintah, Syariah dan Perbankan Daerah OJK Defri Andri mengatakan, rapat kerja tahunan 2026 KUB Bank Jatim ini bertujuan untuk menjembatani berbagai kepentingan di lingkungan Perbankan. Menurutnya, BPD masih memiliki ketahanan yang solid untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi saat ini.

Defri menyebut ketahanan itu tercermin dari tingkat permodalan alias capital adequacy ratio (CAR) BPD yang tercatat di level 26,19%. Lebih tinggi dibandingkan rata-rata CAR industri sebesar 25,09%. Sehingga dengan pembentukan KUB, lanjutnya, permodalan BPD akan semakin terjaga. Pasalnya, BPD yang sudah lebih dulu solid bisnisnya jadi bisa mendukung permodalan BPD yang masih berkembang. “Sinergi bisnis yang dibangun di dalam KUB diharapkan tidak hanya terbatas pada aktivitas perbankan. Namun juga mendorong sinergi ekonomi antar daerah,” ungkapnya. Nang

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita