TUBAN, KANALINDONESIA.COM: Penjualan kambing kurban di salah satu lapak di Kelurahan Mondokan, Kecamatan Tuban, ludes sebelum Hari Raya Idul Adha. Namun di balik habisnya stok tersebut, jumlah penjualan tahun ini justru disebut mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya.
Lapak kambing yang berada di Jalan Letda Sucipto itu mulai berjualan sejak 16 Mei 2026. Sejak dibuka, puluhan kambing kurban didatangkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Idul Adha.
Penjaga lapak, Agung (35), mengatakan jumlah kambing yang terjual tahun ini lebih sedikit dibanding tahun lalu.
Jika sebelumnya penjualan bisa mencapai sekitar 100 ekor, tahun ini jumlahnya hanya sekitar 60 ekor.
“Daripada tahun kemarin, ada penurunan 20 persen dari jumlah penjualan,” katanya.
Menurut Agung, kambing yang dijual di lapaknya merupakan jenis Jawa Randu yang diperoleh dari peternak lokal melalui pasar.
Harga yang ditawarkan pun bervariasi, mulai dari Rp2 juta hingga Rp5 juta sampai Rp6 juta untuk ukuran yang lebih besar.
Ia menjelaskan, harga kambing tidak bisa dipatok sama karena menyesuaikan ukuran hewan.
“Untuk harga kambing ndak bisa dipatok pasti, biasanya tergantung ukuran, yang besar bisa lima juta sampai enam juta,” tambahnya.
Dibanding tahun lalu, harga kambing ukuran besar juga disebut mengalami kenaikan. Jika sebelumnya berkisar Rp3 juta hingga Rp4 juta, kini bisa dijual hingga sekitar Rp5 juta.
Meski seluruh kambing di lapaknya habis terjual sebelum hari raya, Agung menilai daya beli masyarakat tahun ini tidak seramai sebelumnya.
Menurutnya, kondisi ekonomi menjadi salah satu faktor yang memengaruhi jumlah pembelian hewan kurban.
“Penurunan jumlah penjualan ini ya mungkin karena faktor ekonomi pembeli, kondisi seperti sekarang sulit juga,” pungkasnya. (Najib)

