BANDUNG BARAT, KANALINDONESIA.COM : Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat, Asep Dedi, mengajak masyarakat menjadikan momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah sebagai sarana memperkuat ketakwaan, kepedulian sosial, dan semangat pengorbanan demi kemajuan daerah.
Dalam keterangannya pada Selasa (26/5/2026), Asep Dedi menegaskan bahwa ibadah kurban tidak hanya dimaknai sebagai ritual penyembelihan hewan semata, melainkan memiliki nilai spiritual, sosial, dan kemanusiaan yang sangat besar bagi umat Islam.
Menurutnya, secara etimologi kata kurban berasal dari bahasa Arab “qariba-yaqrabu” yang berarti dekat. Karena itu, ibadah kurban menjadi bentuk usaha seorang hamba untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui ketaatan dan keikhlasan menjalankan perintah-Nya.
“Makna kurban bukan hanya menyembelih hewan, tetapi bagaimana umat Islam belajar tentang keikhlasan, kepedulian, dan pengorbanan demi mendapatkan ridha Allah SWT,” ujar Asep Dedi.
Ia menjelaskan, terdapat beberapa dimensi penting dalam ibadah kurban. Pertama, dimensi vertikal sebagai bentuk hubungan manusia dengan Allah SWT melalui ketaatan dan kepasrahan sebagaimana dicontohkan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.
Kedua, dimensi sosial yang mengajarkan pentingnya berbagi kebahagiaan kepada masyarakat kurang mampu melalui pembagian daging kurban. Menurutnya, Idul Adha harus menjadi momentum memperkuat solidaritas dan kepedulian terhadap sesama.
Selain itu, kurban juga memiliki dimensi spiritual karena mampu membersihkan jiwa dari sifat egoisme, keserakahan, dan individualisme.
Asep Dedi juga menyoroti pentingnya meneladani kepemimpinan Nabi Ibrahim AS dalam kehidupan pemerintahan, khususnya di Kabupaten Bandung Barat. Ia menilai Nabi Ibrahim merupakan sosok pemimpin yang demokratis, komunikatif, dan mengedepankan musyawarah.
“Pemimpin harus mampu membangun komunikasi dengan rakyat, tidak bersikap otoriter, dan selalu mengedepankan nilai-nilai kebenaran serta amanah,” katanya.
Menurutnya, keteguhan dan keikhlasan Nabi Ismail AS juga menjadi pelajaran penting bagi masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Lebih lanjut, Asep Dedi menegaskan bahwa ibadah kurban memiliki dampak besar terhadap ekonomi masyarakat. Aktivitas pembelian hewan kurban dinilai mampu menggerakkan ekonomi peternak lokal, membuka lapangan kerja sementara, hingga membantu pemerataan kesejahteraan masyarakat.
“Ibadah kurban bukan hanya ibadah spiritual, tetapi juga gerakan sosial dan ekonomi umat. Ini sangat membantu masyarakat, terutama mereka yang sedang mengalami kesulitan ekonomi,” ungkapnya.
Dalam momentum menjelang Hari Raya Idul Adha, Asep Dedi juga mengimbau masyarakat Bandung Barat yang mampu secara finansial agar melaksanakan ibadah kurban sesuai tuntunan syariat Islam.
Ia mengingatkan agar hewan kurban yang dipilih dalam kondisi sehat, cukup umur, dan memenuhi syarat sah kurban. Selain itu, panitia kurban juga diminta memastikan distribusi daging dilakukan secara adil dan tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Prioritaskan fakir miskin, yatim piatu, dan warga kurang mampu agar manfaat kurban benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.
Tak hanya itu, Asep Dedi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kebersihan, keamanan, dan ketertiban selama proses penyembelihan hingga pembagian daging kurban.
Di akhir pernyataannya, ia berharap semangat pengorbanan dan kebersamaan dalam Idul Adha dapat menjadi kekuatan untuk membangun Kabupaten Bandung Barat yang lebih maju, religius, dan sejahtera.
“Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial, insya Allah Bandung Barat akan menjadi daerah yang lebih baik, maju, dan penuh keberkahan,” pungkasnya. (Fey)

