Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL PENDIDIKAN

UK Petra Buka Kuliah Magister Jarak Jauh, Bidik Mahasiswa dari Maluku

UK Petra Buka Kuliah Magister Jarak Jauh, Bidik Mahasiswa dari Maluku

SURABAYA, KANALINDONESIA.COM – Universitas Kristen Petra (UK Petra) resmi meluncurkan Program Studi Magister Manajemen berbasis Pendidikan Jarak Jauh (PJJ MM).

Program ini dirancang untuk memperluas akses pendidikan tinggi berkualitas, khususnya bagi masyarakat di kawasan timur Indonesia seperti Maluku.

Peluncuran program dilakukan di Matthew Room, Gedung Radius Prawiro lantai 10 Kampus UK Petra Surabaya, Kamis Sore (28/5/2026).

Ketua Program Studi PJJ MM UK Petra, Prof. Dr. Zeplin Jiwa Husada Tarigan, menjelaskan, melalui program tersebut, UK Petra mengintegrasikan teknologi Learning Management System (LMS) berbasis Artificial Intelligence (AI), guna menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif meski dilakukan secara daring.

“Teknologi AI yang digunakan mampu mengubah materi pembelajaran seperti PDF maupun presentasi, menjadi video singkat berdurasi dua hingga tiga menit. Sistem itu juga dilengkapi avatar AI untuk membantu proses assessment mahasiswa,” ujarnya.

“Meski jarak jauh, pembelajaran tetap interaktif. Kami ingin memastikan pendidikan berkualitas tidak hanya dinikmati masyarakat kota besar, tetapi juga bisa diakses masyarakat di daerah,” ungkapnya.

Ia menambahkan, program ini menyasar pekerja, ASN, hingga pelaku usaha yang ingin melanjutkan pendidikan magister, tanpa harus meninggalkan daerah asal maupun pekerjaan mereka.

Menurut Zeplin, perkuliahan perdana akan dimulai Agustus 2026. Mahasiswa cukup menempuh studi selama tiga semester atau sekitar 1,5 tahun, untuk memperoleh gelar Magister Manajemen.

“Biaya kuliahnya juga relatif terjangkau, sekitar Rp30 juta hingga lulus,” katanya.
Kurikulum PJJ MM UK Petra dirancang fleksibel dengan fokus pada tiga kompetensi utama yang dinilai relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini. Yakni leadership agility, transformasi digital, dan sustainability management.

Dengan pendekatan tersebut, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori manajemen konvensional. Tetapi juga dibekali kemampuan menghadapi perkembangan teknologi dan isu keberlanjutan.

Ia menilai, kehadiran program ini menjadi bagian dari upaya pemerataan pendidikan tinggi di Indonesia.

“Selain membuka akses yang lebih luas, program ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah. Serta mendukung pertumbuhan ekonomi lokal melalui pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman,” pungkasnya. ANto

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita