BANGKALAN, KANALINDONESIA.COM: Belum lagi ulah masyarakat yang membuang sampah sembarangan teratasi dengan baik di beberapa lokasi dan kota Bangkalan. Itupun berkat kerja keras dan jiwa pantang mundur dari para pasukan kuning yang tak pernah henti bergerak secara masive dalam menghadapi tonan sampah di kota Bangkalan.
Kali ini Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangkalan – Jatim kembali dibuat pusing tujuh keliling. Konon katanya akibat adanya penolakan keras dari warga setempat terkait rencana pembuatan Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Imformasi tersebut dibenarkan oleh Kepala Plt. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangkalan – Jatim, M. Siddik melalui Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah (PSL) DLH Bangkalan, Kuspriyanto Suparman, baru – baru ini.
Menurut penjelasan Kuspriyanto, adapun lokasi TPA yang ditolak di tiga kecamatan tersebut, diantaranya Kecamatan Kamal, Galis dan Blega. Semula semuanya berjalan sesuai loby – loby pimpinan dan pendekatan secara persuasive. Namun ketika pihaknya akan bergerak lebih dalam lagi berkaitan dengan persiapan pembuatan TPA, tiba – tiba muncul penolakan dari pihak – pihak tertentu yang mengatasnamakan warga setempat.
“Kita sempat dibuat kaget, mas,” terangnya, Sabtu, (6/6/2026).
Saat ini, pihaknya masih berusaha melakukan pendekatan tapi jika tidak berhasil. Kemungkinan akan berjibaku mencari lokasi lainya.
Mengatasi persoalan sampah itu tidak gampang, lanjutnya, butuh kesabaran. Apalagi menghadapi masyarakat yang tidak mau tahu, acuh, tutup mata – telinga dan membuang sampah sembarangan. Berbagai cara sudah kita coba, seperti sosialisasi dan pendekatan dengan kepala desa, tampaknya kurang mempan.
“Hasilnya belum memuaskan, mungkin sambil jalan kita pikirkan lagi solusinya, ” pungkas Kuspriyanto.

