Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL SULAWESI

Dampak Gempa M 7,7 Sangihe: 27 Rumah dan Fasilitas Publik Rusak, Puluhan KK Terdampak

Dampak Gempa M 7,7 Sangihe: 27 Rumah dan Fasilitas Publik Rusak, Puluhan KK Terdampak

SANGIHE TALAUD, KANALINDONESIA.COM: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis data terbaru mengenai dampak kerusakan akibat gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, Senin (8/6) pagi.

Hingga pukul 12.30 WIB, manifestasi dampak material dan non-material dilaporkan terus bertambah di sejumlah wilayah di Sulawesi Utara, meliputi Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kabupaten Kepulauan Talaud, dan Kabupaten Minahasa Utara.

Berdasarkan data sementara hasil asesmen cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), kerusakan bangunan tercatat di beberapa titik kritis mengalami kerusakan sebanyak 27 unit rumah; 2 unit gereja dan 1 unit gedung GMIM 76 (Minahasa Utara); 1 unit sekolah dan 1 unit rumah dinas guru.

Guncangan kuat yang sempat memicu kepanikan warga ini berimbas langsung pada stabilitas warga setempat. Total warga yang terdampak langsung berjumlah 27 Kepala Keluarga (KK), dengan rincian wilayah sebagai berikut Kabupaten Kepulauan Sangihe: 20 KK terdampak; Kabupaten Kepulauan Talaud: 7 KK terdampak.

Dampak guncangan (shaking) dirasakan dengan intensitas bervariasi di empat wilayah utama:

Kepulauan Sangihe: Guncangan dirasakan cukup kuat selama 3–4 detik, memicu kepanikan massal. Wilayah terdampak meliputi Kecamatan Marore, Tabukan Tengah, Tabukan Selatan, Tabukan Selatan Tengah, Tahuna, dan Tahuna Barat.

Kepulauan Talaud: Guncangan lemah hingga sedang berdurasi 2–4 detik dirasakan di Kecamatan Rainis.

Minahasa Utara: Guncangan dirasakan di Kecamatan Likupang Barat dengan durasi 2–4 detik.

Kota Manado: Guncangan intensitas sedang dirasakan warga selama beberapa detik.

Walaupun BMKG telah resmi mengakhiri peringatan dini tsunami bagi wilayah pesisir, seluruh data dampak kerusakan di atas masih bersifat sementara. BNPB dan BPBD di masing-masing wilayah masih terus melakukan validasi, pendataan korban, serta asesmen cepat di lapangan seiring potensi munculnya gempa susulan (aftershocks).

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita