SURABAYA, KANALINDONESIA.COM : Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana, S.AP., menghadiri peluncuran Program Beasiswa Santri Pemerintah Provinsi Jawa Timur Tahun 2026 yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Lembaga Pengembangan Pesantren dan Diniyah Jawa Timur, di Ruang Rapat Hayam Wuruk Lantai 8 Kantor Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur, Surabaya, Rabu (10/6/2026).
Program yang diluncurkan oleh Khofifah Indar Parawansa tersebut menyediakan 1.100 kuota beasiswa bagi santri dari berbagai pondok pesantren di Jawa Timur. Kegiatan itu dihadiri kepala daerah, wakil kepala daerah, pimpinan pondok pesantren, serta perwakilan perguruan tinggi dari 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur.
Dalam sambutannya, Khofifah menyampaikan bahwa program beasiswa santri merupakan upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus memperluas akses pendidikan tinggi bagi kalangan pesantren.
“Tahun ini kami terus menguatkan kualitas SDM Jawa Timur dan diversifikasi akademik dengan memberikan akses pendidikan kepada para santri dari berbagai pondok pesantren di Jawa Timur,” ujarnya.
Khofifah menjelaskan, program beasiswa santri telah berjalan sejak 2006 dan terus berkembang. Pada 2026, Pemprov Jatim juga menghadirkan skema baru berbasis Science, Technology, Engineering, Economics and Mathematics (STEM) yang ditujukan bagi santri guna membuka peluang karier lebih luas di bidang sains dan teknologi.
Sementara itu, Ketua Lembaga Pengembangan Pesantren dan Diniyah Jawa Timur, Abdul Halim Soebahar, mengatakan kuota beasiswa tahun 2026 akan disalurkan melalui berbagai program, meliputi Sarjana (S1), Magister (S2), Doktoral (S3), Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), Ma’had Aly Marhalah Ula dan Marhalah Tsaniyah, serta program Magister di Universitas Al-Azhar.
Menurutnya, jumlah perguruan tinggi mitra juga terus bertambah. Pada 2026 terdapat 64 perguruan tinggi di Jawa Timur dan Universitas Al-Azhar Mesir yang menjadi mitra aktif program tersebut.
“Sejak 2019 hingga saat ini sudah ada 150 perguruan tinggi yang bekerja sama, termasuk Al-Azhar Mesir,” katanya.
Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana mengapresiasi komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam meningkatkan akses pendidikan bagi kalangan santri. Ia menilai program tersebut menjadi peluang besar bagi santri di Kabupaten Sidoarjo untuk melanjutkan pendidikan tinggi dan meningkatkan kompetensi di berbagai bidang.
“Kami sangat mengapresiasi program beasiswa ini. Kesempatan ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para santri di Kabupaten Sidoarjo untuk menempuh pendidikan yang lebih tinggi dan mengembangkan kompetensi, termasuk di bidang sains dan teknologi,” ujarnya.
Mimik menambahkan, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo siap mendukung lahirnya generasi santri yang unggul, berintegritas, serta mampu berkontribusi dalam pembangunan daerah dan nasional.
Program Beasiswa Santri Jawa Timur diharapkan terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat sebagai investasi pembangunan SDM di Jawa Timur.

