“Kita belum bisa sepenuhnya meninggalkan PLTU sebagai tulang punggung elektrifikasi nasional. Tetapi kita terus mendorong agar PLTU berkomitmen terhadap pengurangan emisi dan menerapkan teknologi yang lebih ramah lingkungan,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Direktur Utama Cirebon Power, Joseph Pangalila, menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan berbagai masukan yang diberikan anggota DEN.
Menurut Joseph, dalam pertemuan tersebut juga berkembang diskusi mengenai tantangan pasokan batu bara yang saat ini mengalami penurunan di sejumlah pembangkit listrik.
Ia berharap berbagai masukan yang disampaikan DEN dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan energi nasional, termasuk terkait upaya menjaga keberlanjutan pasokan batu bara.
“Kami berharap apa yang kami sampaikan bisa menjadi bahan masukan untuk perbaikan kebijakan energi nasional, terutama terkait pasokan batu bara yang saat ini berkurang. Kami berharap isu-isu di sekitar batu bara dapat diselesaikan dengan baik,” kata Joseph.
Untuk menjaga keandalan pasokan bahan bakar, lanjut Joseph, Cirebon Power terus melakukan koordinasi intensif dengan para pemasok batu bara serta membuka peluang kerja sama dengan sumber pasokan lainnya.
“Dari sisi perusahaan, kami terus berdiskusi dengan supplier batu bara untuk meningkatkan pasokan dan juga membuka peluang memperoleh suplai dari pemasok lainnya,” ujarnya.
Kunjungan DEN ke Cirebon Power tersebut menjadi gambaran bahwa pengelolaan PLTU yang andal, efisien, dan berorientasi pada keberlanjutan dapat berjalan beriringan dengan upaya mendukung ketahanan energi nasional dan agenda pengurangan emisi karbon.

