Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL BANDUNG

Dugaan Penggelapan Dana Seret Nama Oknum ASN di Lingkungan DPMD Bandung Barat

Dugaan Penggelapan Dana Seret Nama Oknum ASN di Lingkungan DPMD Bandung Barat

BANDUNG BARAT, KANALINDONESIA.COM: Seorang warga Kabupaten Bandung Barat bernama Rini Risnawati mengaku mengalami kerugian sebesar Rp15 juta akibat dugaan penggelapan dana yang melibatkan seorang oknum aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bandung Barat.

Dalam surat pengaduan yang dibuatnya, Rini menjelaskan bahwa pada 18 Maret 2026, seorang oknum ASN berinisial D.I. mendatangi kediamannya dan meminta bantuan pinjaman dana sebesar Rp10 juta. Saat itu, menurut pengakuan Rini, dana tersebut akan digunakan untuk kebutuhan pekerjaan dan dijanjikan akan dikembalikan dalam waktu satu bulan.

Atas dasar kepercayaan, Rini kemudian mentransfer sejumlah uang ke rekening yang disebutkan oleh terlapor. Namun hingga batas waktu yang telah disepakati, uang tersebut diklaim belum juga dikembalikan.

Tidak hanya itu, Rini mengaku kesulitan menghubungi oknum ASN tersebut. Menurut keterangannya, nomor komunikasi yang biasa digunakan sudah tidak aktif. Ia juga mendapatkan informasi bahwa yang bersangkutan sudah beberapa minggu tidak terlihat masuk kerja di kantor tempatnya bertugas.

“Harapan saya hanya ingin mendapatkan kejelasan dan penyelesaian atas persoalan ini,” ujar Rini dalam surat pengaduannya.

Selain membuat laporan terkait dugaan kerugian yang dialaminya, Rini juga menyampaikan surat permohonan kepada Kepala DPMD Kabupaten Bandung Barat. Dalam surat tersebut, ia meminta bantuan dan fasilitasi agar dapat bertemu langsung dengan oknum ASN berinisial D.I. untuk memperoleh kejelasan mengenai persoalan yang sedang dihadapi.

Rini menyebut upaya komunikasi secara langsung maupun melalui berbagai pihak belum membuahkan hasil. Karena itu, ia berharap instansi terkait dapat membantu mempertemukan kedua belah pihak serta memberikan informasi mengenai keberadaan dan status pegawai yang bersangkutan.

Sementara itu, hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan resmi dari pihak DPMD Kabupaten Bandung Barat maupun dari terlapor terkait tuduhan yang disampaikan. Oleh karena itu, informasi ini masih bersumber dari pengaduan pelapor dan menunggu klarifikasi dari pihak-pihak terkait.

Redaksi : Fey

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita