Beberapa contoh nyata yang sudah berjalan antara lain pemanfaatan IoT untuk kelompok tani dan pembudidaya ikan di Sleman, Banjarnegara, dan Lamongan, pelatihan AI praktis bagi 100–150 pelaku UMKM di Wonogiri dan Banyuwangi, pengembangan fitur DARA untuk mitigasi risiko adiksi gim pada anak, serta pembangunan Dashboard Ecosystem sebagai single source of truth data nasional.
“Semua contoh ini membuktikan bahwa transformasi adalah tentang kerja bersama untuk menjawab kebutuhan publik, memperkuat industri, dan meningkatkan kualitas tata kelola negara. Karena itu, DEAL 2026 kita tempatkan sebagai ruang penyelarasan,” tutup Meutya.
Acara ini turut dihadiri perwakilan kementerian/lembaga seperti dari Kemenko Polkam, Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Ekonomi Kreatif, BIN, BSSN, BRIN, OJK, Polri, hingga Danantara. Beberapa kepala daerah juga hadir seperti Walikota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, dan Walikota Malang Wahyu Hidayat.
Hadir juga pelaku industri digital seperti dari Telkom, Telkomsel dan PT Pos Indonesia, serta perwakilan asosiasi, akademisi, strartup, vendor gim, konten kreator, hingga UMKM yang di dalamnya termasuk petani dan penambak di sektor perikanan.

