Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL TUBAN

Haul Sunan Bonang 2026: Dari Mencari Berkah hingga Berburu Oleh-Oleh

Haul Sunan Bonang 2026: Dari Mencari Berkah hingga Berburu Oleh-Oleh

TUBAN, KANALINDONESIA.COM: Ribuan jamaah dari berbagai daerah memadati kawasan Makam Sunan Bonang, Tuban, Kamis (25/6/2026). Mereka datang untuk menghadiri Haul Sunan Bonang ke-517, tradisi tahunan yang tak hanya menjadi agenda keagamaan, tetapi juga menggerakkan denyut ekonomi dan aktivitas masyarakat sekitar.

Sejak pagi, rombongan jamaah terus berdatangan. Ada yang menggunakan bus, mobil pribadi, elf, hingga kendaraan bak terbuka. Sebagian datang bersama keluarga, sebagian lagi berangkat berkelompok dari kampung atau komunitas pengajian.

Ditengah ramainya hilir mudik peziarah, kawasan sekitar makam berubah menjadi tempat bertemunya berbagai kepentingan. Ada yang datang untuk berziarah dan mengikuti pengajian akbar yang menghadirkan KH Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf, Pengasuh Ponpes API Tegalrejo Magelang. Ada pula yang sengaja menyisihkan waktu untuk berburu oleh-oleh dan produk UMKM yang memenuhi area haul.

Indah, warga Kecamatan Merakurak, mengaku hampir setiap tahun datang ke haul Sunan Bonang. Selain berziarah, ia juga menyempatkan diri berbelanja.

“Di haul ini kan juga banyak UMKM jadi kita juga belanja juga mas, banyak oleh-oleh khas kaya dodol dan jenang,” ujarnya.

Jenang menjadi salah satu dagangan yang paling banyak dicari. Lapak-lapak penjual berjejer di sepanjang area haul, menawarkan berbagai varian rasa. Sebagian besar pedagang datang dari Demak, meski tidak sedikit yang berasal dari Tuban dan daerah sekitarnya.

Bagi para pedagang, haul menjadi momen yang selalu dinantikan. Seorang penjual jenang yang enggan disebut namanya mengaku rutin berjualan setiap tahun dalam acara tersebut. Ia membawa jenang buatannya sendiri dan menjualnya bersama dodol.

“Banyak mas dapatnya, angka ratusan sampai juta pun bisa, cuma ya tergantung tempatnya, kalau jenang sekilo 30 ribu, setengah kilonya 15 ribu,” katanya.

Tak hanya warga sekitar, jamaah dari luar daerah juga rela menempuh perjalanan jauh untuk hadir. Seorang pria berusia sekitar 70 tahun asal Baureno, Bojonegoro, tetap datang meski harus berjalan dengan bantuan orang lain.

“Mencari berkah e Mbah Mbonang, ziarah ke Sunan Bonang,” ucapnya singkat.

Pemandangan seperti itu menjadi hal yang lazim setiap haul digelar. Ribuan orang datang silih berganti sejak pagi hingga malam. Mereka membawa tujuan yang berbeda-beda, tetapi bertemu di tempat yang sama.

Bagi sebagian orang, haul adalah momentum ziarah dan doa. Bagi pedagang, haul membawa rezeki. Sementara bagi Tuban, tradisi yang terus berlangsung dari tahun ke tahun itu telah menjadi magnet yang mengundang ribuan orang datang dan menghidupkan kawasan Sunan Bonang setiap memasuki bulan Suro. (Najib)

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita