Aksi unjuk rasa sempat diwarnai ketegangan ketika seorang pengendara sepeda motor menggeber kendaraannya saat massa sedang menyampaikan aspirasi.
Tindakan tersebut memicu teguran dari para pendemo. Pengendara kemudian kembali bersama orang tuanya hingga terjadi adu mulut yang berujung aksi saling dorong.
Beruntung, bentrokan tidak berlangsung lama setelah warga dan peserta aksi lainnya segera melerai kedua belah pihak sehingga situasi kembali kondusif.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen PT Royal Abadi Sejahtera belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan warga maupun dugaan pemberhentian sejumlah karyawan lokal tersebut.
Warga berharap perusahaan segera membuka ruang dialog agar persoalan dapat diselesaikan secara baik tanpa merugikan para pekerja maupun masyarakat sekitar.

