TUBAN, KANALINDONESIA.COM: Kebiasaan seorang pria mengirim video ancaman bunuh diri kepada kerabatnya berujung tragis. Pria berusia 32 tahun asal Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, ditemukan meninggal dunia di rumahnya, Kamis (2/7/2026) pagi.
Korban berinisial IS (32), warga Dusun Jalin, Desa Prambontergayang, Kecamatan Soko.
Peristiwa itu terungkap setelah salah seorang kerabat korban menerima video yang dikirim korban sekitar pukul 05.00 WIB. Dalam rekaman tersebut, korban memperlihatkan gelagat seolah akan mengakhiri hidupnya.
Kasi Humas Polresta Tuban IPTU Siswanto mengatakan, pesan serupa sebelumnya juga beberapa kali dikirim korban kepada kerabatnya sehingga tidak langsung ditanggapi serius.
“Saksi awalnya tidak terlalu menanggapi pesan WhatsApp tersebut. Hal ini dikarenakan korban memang sudah sering mengirimkan video serupa sebelumnya,” ujar Siswanto.
Sekitar pukul 05.30 WIB, kerabat korban mulai merasa curiga karena kondisi rumah korban terlihat sepi dan lampu di dalam rumah masih padam.
Ia kemudian mengajak seorang tetangga untuk memeriksa keadaan korban.
Saat tiba di lokasi sekitar pukul 06.00 WIB, keduanya berusaha melihat kondisi di dalam rumah melalui celah tembok.
Dari situ, korban diketahui sudah dalam kondisi tergantung di bawah kusen atap rumah.
Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada perangkat desa dan diteruskan ke Polsek Soko.
Petugas kepolisian bersama tim medis selanjutnya mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan pemeriksaan terhadap korban.
“Melihat kejadian tersebut, saksi langsung melaporkannya ke perangkat desa setempat yang kemudian diteruskan ke Mapolsek Soko,” kata Siswanto.
Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan bekas jeratan pada leher korban akibat kain yang digunakan untuk gantung diri. Polisi juga tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Barang bukti yang diamankan antara lain kain putih yang digunakan korban serta sepasang sandal.
“Kasus ini murni bunuh diri. Pihak keluarga korban juga telah membuat surat pernyataan menolak untuk dilakukan otopsi dan menerima kejadian ini sebagai musibah,” ujar Siswanto.
Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. (Najib)
Catatan Redaksi:
Berita ini disajikan untuk tujuan informasi. Jika Anda atau orang terdekat mengalami krisis emosional atau memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri, segera cari bantuan profesional atau layanan kesehatan terdekat.

