Menjawab pertanyaan awak media terkait pola asuh dirumah yang dinilai sukses diterapkan oleh Dinas KBP3A Bangkalan. Menurut Yoyok, pihaknya saat ini memiliki kepanjangan tangan berjenjang. Salah satu strateginya adalah kinerja para kader Tim Pendamping Keluarga di Kabupaten Bangkalan berjumlah 817 tim. Tersebar diseluruh desa dan kelurahan yang ada di Kabupaten Bangkalan dengan jumlah petugas sebanyak 2.451orang.
Lewat keberadaan penyuluh kita awasi kinerja para kader ini sebab honor mereka baru dibayar setelah melakukan pekerjaan.
“Kalau sudah ada laporan bekerja, baru kita klaim honor mereka dibayar ,” jelasnya.
Disisi lain, para koordinator kita push (dorong) untuk meningkatkan kinerja mereka. Salah satunya adalah mereka yang sudah diwisuda.
Sementara itu, Camat Kwanyar dalam sambutanya mengatakan sebelum SOTH dilaksanakan. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan para Kepala Desa, Tim Kecamatan dan Ketua PKK. Sedangkan jumlah Wisuda SOTH tahun 2026 ini sebanyak 69 orang berasal dari 4 desa yakni Desa Duwek Buter, Karangentang, Paoran dan Gunung Sereng. Seharusnya jumlah yang diwisuda hari ini sebanyak 72 orang tapi tidak hadir (absen) 3 orang karena sesuatu hal.
Dari 16 desa yang ada di Kwanyar, 14 desa sudah menyelenggarakan SOTH dan 2 desa yakni desa Ketetang dan Desa Karanganyar ditunda (belum) . Saat ini sudah dilakukan koordinasi karena Kepala Desanya meninggal.
“Saya berharap tahun 2027 nanti 2 desa yakni Ketetang dan Karanganyar sudah bisa melaksanakan SOTH,” pungkasnya. (sy)

