Selain itu, kata Cahyo, Banggar juga mendorong diversifikasi sumber PAD agar tidak terus bergantung pada sektor pajak kendaraan bermotor dan Bank Jatim. Optimalisasi aset daerah, digitalisasi retribusi, audit Pajak Air Permukaan, serta pemanfaatan Barang Milik Daerah dinilai menjadi langkah strategis untuk memperkuat ketahanan fiskal Jawa Timur.
“Meski memberikan apresiasi atas tata kelola keuangan yang kembali meraih opini WTP, Banggar menegaskan bahwa kualitas APBD tidak cukup diukur dari opini audit maupun tingginya pendapatan daerah. Efektivitas belanja, kinerja BUMD, kemampuan menyerap anggaran, hingga keberhasilan APBD dalam menjawab persoalan masyarakat menjadi ukuran utama yang harus terus diperbaiki pada tahun-tahun mendatang,” pungkasnya. Nang

