PACITAN, KANALINDONESIA.COM: Tim SAR gabungan berhasil menemukan Sulkifli, anak buah kapal (ABK) KM Orvia-09 yang dilaporkan terjatuh ke laut di Dermaga Pelabuhan Perikanan Tamperan, Kelurahan Sidoharjo, Kecamatan Pacitan. Tim menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia pada Rabu (15/7/2026) sekitar pukul 09.45 WIB.
Tim menemukan jasad korban mengapung di sekitar area dermaga, tidak jauh dari lokasi awal ia terjatuh. Korban diduga terjatuh saat hendak berpindah dari perahu sekoci menuju dermaga pada Selasa (14/7/2026) malam. Saat penemuan, korban masih mengenakan pakaian lengkap dan mengalami luka di bagian pelipis yang diduga akibat benturan saat terjatuh.
Tim SAR gabungan langsung mengevakuasi jenazah dan membawanya ke Ruang Jenazah RSUD dr. Darsono Pacitan untuk proses identifikasi serta penanganan lebih lanjut.
Sebelumnya, saksi melaporkan bahwa Sulkifli, warga Dusun Seree, Desa Palai, Kecamatan Sinjai Selatan, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, tercebur ke laut sekitar pukul 22.45 WIB. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban diduga terjatuh saat berpindah dari sekoci menuju dermaga. Lantaran tidak dapat berenang, korban langsung tenggelam.
Sejak menerima laporan tersebut, tim SAR gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Pacitan, TNI, Satpolairud Polres Pacitan, Poskamladu Tamperan, nelayan, dan warga setempat—segera melakukan pencarian sejak Selasa malam hingga Rabu pagi.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pacitan, Erwin Andriatmoko, membenarkan penemuan korban tersebut.
“Tim SAR gabungan berhasil menemukan korban sekitar pukul 09.45 WIB di sekitar dermaga. Selanjutnya, petugas mengevakuasi korban dan membawanya ke Ruang Jenazah RSUD dr. Darsono Pacitan,” ujar Erwin, Rabu (15/7/2026).
Sementara itu, Komandan Poskamladu Pacitan, Serma Ridwan Mustaqiem, mengatakan bahwa berdasarkan dugaan awal, korban terjatuh saat buang air kecil di dermaga.
“ABK tersebut diduga sedang buang air kecil, kemudian terpeleset dan jatuh ke laut. Kemungkinan korban mengalami benturan saat terjatuh hingga kehilangan kesadaran,” katanya.
Hasil pemeriksaan awal (visum et repertum) oleh Unit Inafis Satreskrim Polres Pacitan tidak menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Benturan saat korban terjatuh ke laut diduga kuat menjadi penyebab luka tersebut.
Saat ini, pihak rumah sakit masih menunda proses pemulasaran jenazah guna menunggu kedatangan pihak keluarga yang sedang dalam perjalanan dari Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan. (Bc)

