“Seluruh sampel yang telah dikumpulkan masih akan melalui tahapan identifikasi dan analisis lebih lanjut di laboratorium untuk memperoleh hasil yang komprehensif. Kami berharap hasil penelitian ini dapat menjadi data ilmiah yang bermanfaat dalam mendukung pengelolaan lingkungan kawasan pelabuhan secara berkelanjutan, sekaligus menjadi referensi bagi upaya konservasi ekosistem pesisir di masa mendatang,” tambah Hanung.
Kerja sama ini juga menjadi bagian dari upaya TTL dalam memperkuat budaya riset, inovasi, dan transparansi pengelolaan lingkungan. Sebagai pelabuhan yang mengusung konsep ramah lingkungan, TTL terus berupaya menghadirkan berbagai inisiatif yang mendukung keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan kelestarian ekosistem.
Dari hasil kolaborasi ini diharapkan dapat menghasilkan basis data ilmiah mengenai keanekaragaman biota laut di kawasan Teluk Lamong sekaligus meningkatkan kesadaran seluruh pemangku kepentingan akan pentingnya menjaga ekosistem pesisir sebagai bagian dari pembangunan pelabuhan yang berkelanjutan. (SNT)

