Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL BOGOR

Kemarau Ekstrem, Tinggi Muka Air Bendung Katulampa Bogor Sentuh 0 Cm

Kemarau Ekstrem, Tinggi Muka Air Bendung Katulampa Bogor Sentuh 0 Cm

BOGOR, KANALINDONESIA.COM: Musim kemarau yang melanda wilayah Bogor menyebabkan debit air Sungai Ciliwung mengalami penyusutan drastis. Dampaknya, Tinggi Muka Air (TMA) di Bendung Katulampa kini tercatat berada di angka 0 sentimeter, kondisi yang telah berlangsung selama dua hari terakhir.

Petugas Bendung Katulampa menjelaskan bahwa minimnya curah hujan di kawasan hulu Sungai Ciliwung menjadi penyebab utama menurunnya debit air yang mengalir ke bendung.

“Untuk ketinggian TMA di Bendung Katulampa memang sejak dua hari kemarin berada di 0 sentimeter. Sampai sekarang kondisinya masih bertahan di angka tersebut,” ujar petugas.

Surutnya aliran air membuat dasar Sungai Ciliwung di kawasan Bendung Katulampa terlihat jelas.Batu-batu besar yang biasanya tertutup derasnya arus kini muncul ke permukaan, bahkan endapan sedimen di dasar sungai pun tampak mencolok.

Menurut petugas, kondisi ini menjadi momentum untuk melakukan pembersihan sedimen melalui kegiatan gotong royong bersama warga dan komunitas peduli lingkungan.

“Karena debit air sangat kecil, dasar sungai terlihat jelas hingga batu-batunya. Nanti kemungkinan akan dilakukan kerja bakti bersama warga untuk mengangkat sedimen yang mengendap di dasar sungai,” jelasnya.

Ia menambahkan, kawasan hulu Sungai Ciliwung di Puncak, Kabupaten Bogor, sudah tidak diguyur hujan selama kurang lebih dua pekan. Kondisi tersebut membuat pasokan air menuju Bendung Katulampa terus menurun.

“Memasuki musim kemarau sejak Juni, intensitas hujan memang semakin jarang. Kalau di hulu tidak turun hujan selama sekitar satu minggu saja, debit air yang mengalir ke bendung pasti ikut menyusut,” katanya.

Di tengah kondisi tersebut, pengelola Bendung Katulampa memprioritaskan aliran air yang tersisa untuk dialirkan ke saluran irigasi dan Sungai Kali Baru.Kebijakan ini dilakukan guna menjaga ketersediaan air sekaligus mempertahankan ekosistem sungai agar tidak mengalami kekeringan.

“Aliran air yang ada kami prioritaskan untuk penggelontoran ke Kali Baru dan saluran irigasi. Tujuannya agar ekosistem sungai tetap terjaga dan tidak sampai kering selama musim kemarau berlangsung,” pungkasnya.

Kondisi Bendung Katulampa yang mencapai TMA 0 sentimeter menjadi gambaran nyata dampak musim kemarau terhadap ketersediaan air di wilayah hulu Ciliwung.

Masyarakat pun diimbau untuk menggunakan air secara bijak dan meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian daerah aliran sungai sebagai upaya menghadapi potensi kekeringan yang berkepanjangan

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita