“Kota Cirebon berada di posisi yang sangat strategis, dengan dukungan konektivitas darat, laut, dan kereta api. Posisi ini menjadi salah satu kekuatan utama dalam pengembangan perdagangan, jasa, pariwisata, dan investasi,” ujar Wali Kota.
Ia menjelaskan, Kota Cirebon juga memiliki sejumlah potensi yang dapat dikembangkan, mulai dari sektor perdagangan dan jasa, UMKM dan ekonomi kreatif, pariwisata budaya dan kuliner, perhotelan dan fasilitas MICE, hingga tenaga kerja terampil dan produktif.
Selain itu, sejumlah peluang investasi juga ditawarkan, antara lain pengembangan kawasan pesisir dan wisata bahari, kawasan heritage dan wisata budaya, pusat perdagangan dan jasa, penguatan logistik serta fasilitas kepelabuhanan, hingga pengembangan kawasan komersial.
“Dengan lokasi yang strategis, infrastruktur yang lengkap, serta potensi ekonomi dan budaya yang beragam, Kota Cirebon siap menjadi bagian dari kolaborasi investasi dan pengembangan kawasan Kunci Bersama,” lanjut Wali Kota.
Menurutnya, pengembangan investasi di Kota Cirebon juga didukung kemudahan perizinan melalui sistem Online Single Submission (OSS) yang terintegrasi dengan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). Hal tersebut memberikan kepastian bagi investor dalam menjalankan kegiatan usahanya.
Wali Kota menegaskan, kerja sama antardaerah menjadi semakin penting di tengah kebutuhan untuk membangun kawasan yang saling terhubung dan memiliki daya saing. Karena itu, Kunci Bersama Summit diharapkan dapat menjadi momentum untuk mempertemukan potensi daerah dengan mitra strategis dan menghasilkan kerja sama yang memberikan dampak nyata.
“Semoga kerja sama antardaerah semakin berkembang, dari sekadar komunikasi dan koordinasi menjadi kolaborasi konkret yang mampu membuka peluang investasi, memperluas konektivitas ekonomi, serta mendorong pemerataan pembangunan di kawasan Jawa Barat dan Jawa Tengah,” harapnya.
Untuk diketahui, Kunci Bersama Summit 2026 mengangkat tema “Penguatan Kerja Sama Antardaerah sebagai Strategi Percepatan Pembangunan dan Pemerataan Ekonomi Kawasan Perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah.” Selain penandatanganan nota kesepahaman, agenda tersebut juga diisi dengan ekspos potensi daerah, business matching, penguatan kelembagaan, pembentukan Kunci Bersama Investment Forum, serta penandatanganan Deklarasi Kunci Bersama.

